DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

DKI Ancam Cabut Izin Pemanfaatan Air Tanah Gedung Tinggi yang Membangkang

M Sholahadhin Azhar - 10 Juli 2018 13:12 wib
Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Pemprov DKI Jakarta Benni Agus Candra saat sidak - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Pemprov DKI Jakarta Benni Agus Candra saat sidak - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak tinggal diam pada gedung tinggi yang mengeksploitasi pemanfaatan air tanah. Dalam sidak tahap pertama, lima dari 80 gedung enggan mengikuti rekomendasi dari Pemprov. 

"Akan disampaikan surat peringatan lanjutan," kata Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Pemprov DKI Jakarta Benni Agus Candra saat dikonfirmasi, Selasa, 10 Juli 2018.

Kelima gedung itu yakni Sinar Mas Land, Gedung Sampoerna Strategic Square, Davinci, Wisma Koesgoro dan Gedung Plaza Sentral. Saat ini, surat peringatan lanjutan tengah disusun. 

Benni menyebut, surat peringatan itu merupakan bentuk sanksi administrasi bagi pengelola. Jika tak juga diindahkan, sanksi tegas bakal dilakukan.

"Kalau tidak dindahkan juga semua perizinan, saya rekomendasikan dibekukan dan kalau tidak juga, semua perizinan (pengelolaan air tanah, IPAL, sumur resapan), dapat direkomendasikan untuk dicabut," tegas Benni.

(Baca juga: Lemahnya Penindakan Penggunaan Air Tanah)

Pemprov DKI melanjutkan sidak pengelolaan air gedung tinggi tahap kedua. Ada 80 pencakar langit di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur yang tengah disisir tim pengelolaan dan pemanfaatan air tanah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, sidak mulai dilakukan pada 9 Juli 2018 hingga 20 Juli 2018. Anies menyampaikan, pemeriksaan tersebut untuk mendapatkan data yang lengkap dan akurat terkait pemanfaatan air tanah.

“Tiap hari tim Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pemeriksaan di setiap bangunan industri satu per satu,” tegas dia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menargetkan tim sidak untuk menginspeksi minimal 10 bangunan dalam satu hari. Pemeriksaan akan dipimpin wali kota di tiap wilayah. 

(Baca juga: Baru 4 Gedung Memenuhi Pengelolaan Air dan IPAL)




(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AIR TANAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018