Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Pemprov Klaim Aturan Cuti Lahiran untuk Suami Telah Diterapkan

Nur Azizah - 14 Maret 2018 05:25 wib
Gubernur DKI Jakarta  Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno -- Foto: Antara/ Rosa Pangabean
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno -- Foto: Antara/ Rosa Pangabean

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta mengklaim telah menerapkan cuti lahiran untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) pria sejak dulu. Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Syamsuddin Lologau mengatakan, aturan tersebut sudah ada sejak kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pemprov DKI hanya memberikan cuti pada PNS pria hanya lima hari. Saat ditanya berapa PNS pria yang sudah mengambil cuti, Syamsuddin tak memiliki data.

"Di Pemprov itu sudah duluan. Sudah ada beberapa orang (yang cuti) tapi belum banyak. Waduh saya enggak ada data," kata Syamsuddin di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa 13 Maret 2018.

Bagi PNS DKI pria yang ingin mengambil cuti lebih dari lima hari diperbolehkan. Asalkan, mereka mengajukan permintaan pada atasan.

"Lima hari itu sudah luar biasa. Jadi enggak usah satu bulan. Tapi kalau melebihi itu ya langsung cuti saja. Usul ke atasannya lalu ke BKD," terang dia.

Menurutnya, cuti untuk PNS pria yang istrinya hendak melahirkan sangat penting. "Kalau suaminya mendampingi maka beban ketakutannya ibu berkurang. Maka suami harus mendampingi istri," terangnya.

Baru-baru ini kebijakan ihwal PNS pria diperbolehkan cuti untuk menemani istri melahirkan ramai dibicarakan. Aturan itu bukan dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta. Namun, Badan Kepegawaian Negara RI.

Pemerintah melalui Peraturan Kepala (Perka) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah mengatur secara rinci mengenai tata cara pemberian cuti berdasarkan jenis cuti, diantaranya adalah cuti alasan penting (CAP).

Dalam lampiran Perka BKN Nomor 24 Tahun 2017 poin IIE Nomor 3 disebutkan, PNS laki-laki yang istrinya melahirkan/operasi sesar dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.

“Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti paling lama 1 (satu) bulan,” bunyi poin IIE Nomor 6 Lampiran Perka BKN itu, seperti dikutip setkab.go.id 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menjelaskan, kebijakan pemberian cuti bagi PNS laki-laki untuk mendampingi istrinya melahirkan itu merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah pada pengarusutamaan gender dengan memberikan kesempatan sama kepada PNS laki-laki dan wanita dalam mengurus keluarga.

“Dalam Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 disebutkan CAP bagi PNS laki-laki yang mendampingi istri bersalin tersebut tidak memotong cuti tahunan dan selama menggunakan hak atas cuti karena alasan penting, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan PNS,” ujar Moh. Ridwan.

Penghasilan sebagaimana dimaksud terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan sampai dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah yang mengatur gaji, tunjangan, dan fasilitas PNS.

Diakui Kepala Biro Humas BKN itu, bahwa secara umum pemberian cuti melahirkan bagi pekerja laki-laki di Indonesia belum diatur dalam aturan khusus, dan jikapun terdapat perusahaan swasta yang memberlakukan kebijakan tersebut, jangka waktu cuti yang diberikan beragam.

“Sebagai contoh, dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 93 Ayat (4) huruf e diatur bahwa pekerja laki-laki di Indonesia memperoleh hak cuti mendampingi istri melahirkan hanya selama 2 (dua) hari,” ungkap Ridwan.

Sementara itu kebijakan cuti melahirkan bagi PNS laki-laki melalui CAP yang diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 disebutkan bahwa lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti paling lama 1 (satu) bulan.



(Des)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ANIES-SANDI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 25-06-2018