DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 47.821.306.605 (23 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Libur Lebaran, Kualitas Udara Jakarta Membaik

Nur Azizah - 13 Juni 2018 14:28 wib
Ilustrasi--MI/Galih Pradipta
Ilustrasi--MI/Galih Pradipta

Jakarta: Banyaknya kendaraan yang meninggalkan Jakarta selama arus mudik membuat kualitas udara Ibu Kota membaik. Pasalnya, asap kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar pencemaran udara di Ibu Kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji memaparkan hasil monitoring kualitas udara di Stasiun DKI 1 Bundaran Hotel Indonesia. Dari situ tercatat terjadinya penurunan konsentrasi SO2 sebesar 27.36%, penurunan konsentrasi CO sebesar 66.91% dan penurunan konsentrasi NO2 sebesar 70.81%. 

Namun, untuk parameter PM 10 terjadi sedikit peningkatan konsentrasi sebesar 9.34%. Hal ini disebabkan kegiatan pembangunan MRT yang masih tetap berjalan, sehingga debu pada lokasi tersebut sedikit tinggi.

Sementara itu, hasil monitoring kualitas udara di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya, juga mencatat terjadinya penurunan konsentrasi polutan. Namun tidak sebesar di lokasi DKI 1. 

“Kualitas udara pada lokasi ini dipengaruhi oleh adanya jalan tol Cikampek dan Jagorawi yang menjadi akses warga Ibukota untuk mudik, sehingga lalu lintas malah bertambah padat,” kata Isnawa kepada Medcom.id, Jakarta Pusat, Rabu 13 Juni 2018.

Di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya tercatat penurunan konsentrasi PM-10 sebesar 28.08% dan penurunan konsentrasi SO2 sebesar 2.18%. lalu penurunan konsentrasi CO sebesar 53.45% dan penurunan konsentrasi NO2 43.64%.

Isnawa menambahkan, kualitas udara yang membaik antara lain disebabkan oleh menurunnya jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota selama libur Lebaran. Di samping itu, hujan yang turun tadi malam turut andil membuat level polusi makin rendah.

"Sebab, air hujan meluruhkan kandungan polutan yang dihasilkan kendaraan bermotor," tambah Isnawa.



Demi menjaga kualitas udara tetap baik, terlebih lagi dalam menyambut Asian Games 2018, Isnawa mengimbau warga Jakarta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan beralih ke kendaraan umum. 

"Kami juga rutin mengelar uji emisi. Setiap kendaraan bermotor di Jakarta harus memenuhi ambang batas gas buang, sehingga dengan kondisi banyaknya kendaraan yang ada tidak akan mencemari udara di DKI Jakarta,” ungkap dia.

Isnawa menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mendorong penggunaan bahan bakar kendaraan berbasis ramah lingkungan. Salah satunya, program langit biru. “Program yang mendorong penggunaan gas sebagai bahan bakar kendaraan,” Pungkas Isnawa.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG POLUSI UDARA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018