Tiga Proyek Infrastruktur di Kota Bekasi Mangkrak

Gana Buana - 13 September 2017 07:17 wib
Sejumlah kendaraan menunggu kereta api yang sedang melintas di perlintasan Jalan Pahlawan, Bulak Kapal, Bekasi Timur. Foto: MI/Himanda Amrullah
Sejumlah kendaraan menunggu kereta api yang sedang melintas di perlintasan Jalan Pahlawan, Bulak Kapal, Bekasi Timur. Foto: MI/Himanda Amrullah

Metrotvnews.com, Bekasi: Pembangunan jalan layang (flyover) dan terowongan (underpass) Bulak Kapal, Kota Bekasi, Jawa Barat, terbengkalai sejak 2011. Kendalanya yakni pembebasan lahan yang lambat.

Pemerintah Kota Bekasi hanya mampu menganggarkan pembebasan lahan sebesar Rp20 miliar setiap tahun. Padahal, pemerintah pusat siap membiayai pembangunan proyek tersebut.

Ketidakmampuan segera membebaskan lahan diakui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Tri Adhianto saat dihubungi, kemarin.

Tri mengatakan, pembebasan lahan untuk membangun dua proyek tersebut memang sudah dilakukan sejak 2015. Namun, untuk membebaskan lahan di tiga kelurahan tersebut butuh waktu hingga 2018 mendatang.

"Baru selesai sekitar tahun depan (2018), makanya kami mengusulkan pemerintah pusat (sebagai yang punya dana) untuk menganggarkan pembangunan pada 2018 mendatang," ujar Tri.

Tri menjelaskan, hingga saat ini sudah 122 bidang lahan dengan luas 9.600 meter dibebaskan. Anggaran yang sudah dihabiskan untuk membebaskan lahan tersebut selama tiga tahun sebesar Rp60 miliar.

Saat ini, kata Tri, sisa bangunan yang harus dibongkar ada sekitar 85 bidang lagi. Bangunan ini sudah dibebaskan pemerintah se-tempat dan akan segera dibongkar hingga pekan depan.

Namun, menurut Tri, masih ada 55 bidang lagi dengan luas lahan 4.000 meter yang belum dibebaskan pemerintah. "Itulah mengapa kami masih terus membebaskan hingga tahun depan," kata dia.

Menopang KRL

Tri menuturkan, ada tiga proyek infrastuktur yang akan dibangun di Bulak Kapal. Yakni, underpass dari Jalan Juanda menuju ke Jalan Diponegoro, fly over dari Jalan Pahlawan menuju ke Jalan Diponegoro, dan terakhir fly over dari Jalan Joyomartono menuju ke Jalan Pahlawan.

Menurut dia, rencana pembangunan tiga proyek itu sudah digulirkan sejak 2011 silam. Bahkan, pemerintah pusat menyediakan anggaran awal Rp50 miliar. Namun, pembangunan tak kunjung dilakukan karena terbentur masalah ketersediaan lahan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana berharap proyek tersebut segera dibangun. Hal ini menyusul segera dioperasikannya kereta listrik commuter line hingga ke Cikarang.

"Lalu lintas kendaraan di Bulak Kapal cukup padat, sedangkan di sana ada perlintasan sebidang, Ini rawan terjadi kecelakaan," singkat Yayan.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INFRASTRUKTUR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017