Aturan Angkot Berpendingin Memberatkan

M Rodhi Aulia - 07 Desember 2017 14:39 wib
Ilustrasi angkot - Medcom.id/M Rodhi Aulia.
Ilustrasi angkot - Medcom.id/M Rodhi Aulia.

Jakarta: Pemilik angkutan umum atau angkutan kota (angkot) keberatan dengan rencana pemerintah menerapkan aturan angkutan umum harus berpendingin udara (AC). Peraturan itu dinilai semakin membebani sopir angkot.

"Enggak akan tembus (terlaksana) kalau diwajibkan juga. Saya suruh kamu jadi sopir angkot cari duit dapat enggak? Jangan jadi pejabat saja," kata salah satu pemilik angkot yang akrab disapa Pak Haji kepada Medcom.id, Kamis, 7 Desember 2017.

Pria paruh baya itu menuturkan sudah lama menggeluti usaha angkot. Dari puluhan angkot yang sempat ia miliki, kini tersisa setengahnya.

"Saya punya sekitar 10 angkot (jurusan Tanah Abang-Kebayoran). Saya bertahan hidup untuk anak, istri, dan cucu dari usaha ini," ucap dia.

Pak Haji menjelaskan usaha angkot semakin tergerus karena pemerintah tidak mampu membatasi jumlah kendaraan bermotor. Baik itu yang baru dari dealer maupun yang dijadikan angkutan online.

"Sopirnya nangis cari sewa karena sepi. Pemerintah malah memberatkan. Dia enggak melihat langsung keadaan sopir angkot sekarang. Mereka sangat susah hidupnya," ucap dia.

Dia menambahkan sebenarnya beberapa tahun lalu sempat pernah ada angkot yang menggunakan AC. Namun, karena tidak seimbang dengan pemasukan, akhirnya AC itu dicopot. 

"Saya minta pemerintah harus berpikir bagaimana membantu atau memperbaiki sewanya (jumlah penumpang angkot). Saya sebenarnya tidak masalah untuk melengkapi fasilitas, kasih mewah, tapi kalau sewanya tidak ada kan percuma," imbuh dia.

Semua angkot diminta menyediakan AC pada 2018. Beleid itu tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek. 




(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ANGKOT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017