Menengok RW 16 Kapuk, Kawasan Terpadat dan Kumuh di Jakarta

Whisnu Mardiansyah - 12 September 2017 15:41 wib
Suasana permukiman kumuh di RW 16 Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah
Suasana permukiman kumuh di RW 16 Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menyisakan pekerjaan rumah. Salah satunya permasalahan kawasan kumuh di ibu kota.

Kawasan kumuh memang rawan menimbulkan berbagai permasalahan sosial, seperti tawuran, banjir hingga kebakaran. RW 16 Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat, termasuk terpadat penduduknya di Jakarta.

Metrotvnews.com mencoba menyambangi kawasan yang disinyalir terpadat di Indonesia. Memasuki kawasan ini, nyaris hampir tak ditemukan pepohonan hijau. Kanan kiri dipenuhi bangunan-bangunan dan perumahan warga.

Bangunan-bangunan warga terlihat saling berhimpitan. Hanya menyisakan sekat kecil untuk jalur lintasan kendaraan roda dua. Bangunan warga didominasi bangunan semi permanen. Kabel-kabel listrik bergelantungan tidak tertata.

Salah satu rumah di RT 14, RW 16 Kelurahan Kapuk Jakarta Barat, ukuran rumah 2x3 meter. Rumah tersebut dihuni lebih dari satu keluarga.


Suasana permukiman kumuh di RW 16 Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah.


Untuk mensiasatinya, warga membangun dua lantai seadanya dengan rumah berbahan kayu dan seng, tanpa mengindahkan faktor keamanan dan antisipasi kebakaran.

Rumah-rumah semi permanen berlantai dua, bahkan menutupi cahaya matahari masuk. Terlebih lagi pemandangan drainase saluran air yang terlihat mampet berwarna hitam pekat bercampur sampah. Bangunan-bangunan bedeng semi permanen di sekitarnya mengokupasi sungai kecil selebar lima meter.

Baca: Ubah Mindset Penduduk jadi Bagian Tersulit dalam Menata Pemukiman Kumuh

Berkeliling ke lingkungan RW 16 tidak ditemukan satu pun area ruang terbuka ataupun Balai Warga tempat sarana berkumpul atau area bermain anak-anak. Tak ayal, anak-anak menggunakan bahu jalan untuk sarana bermain.

Tak pelak kawasan RW 16 Kelurahan Kapuk salah satu kawasan terkumuh di Ibu Kota. Sugeng Kustiyanto, salah satu pengurus RW 16, mengatakan wilayahnya kini dihuni kurang lebih 30 ribu jiwa.

"Penduduknya berkisar 30 ribu jiwa. Itu belum semua terdata," kata Sugeng kepada Metrotvnews.com, di Kantor RW 16 Kapuk, Jakarta Barat, Selasa 12 September 2017.


Suasana permukiman kumuh di RW 16 Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah.

Dengan total luas wilayah 22 hektare, kawasan RW 16 terbagi menjadi 24 RT. Kawasan wilayah RT 2, 10, 12 dan 17 beberapa yang terpadat penduduknya. Hampir 60 persen penduduk RW 16 adalah pendatang. "Rata-rata di sini pekerja informal. Dari Jawa kebanyakan," ujarnya.

Sugeng mengakui berbagai masalah kerapatan timbul mengatur kawasan dengan penduduk super padat. Ia sendiri bahkan tak bisa mengendalikan jumlah kepadatan penduduk yang terus meningkat.

Salah satu ancaman musiman ialah bencana banjir. Meski hanya diguyur hujan deras selama 10 menit saja, kawasan ini sudah tergenang. Akibat luapan Kali Ampura yang membelah pemukiman warga.

Ia bersyukur sejak keberadaan PPSU, keadaan sungai sudah lebih baik. Tidak ada lagi sampah, meski sungai masih terlihat hitam pekat dan tak mengalir. Sisi sungai sudah berdiri bangunan-bangunan semi permanen milik warga.


Suasana permukiman kumuh di RW 16 Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah.

Data dari Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah  DKI Jakarta, ada dua kota  administratif DKI Jakarta, tercatat Jakarta Utara dan Jakarta Barat memiliki jumlah RW kumuh terbanyak. Sementara itu, jumlah RW kumuh paling sedikit berada di Kepulauan Seribu. Dari 264 RW kumuh yang diteliti tahun 2013, hanya 41 RW di Jakarta yang tergolong tidak kumuh.

Komposisi jumlah RW kumuh tersebut adalah lima di Kepulangan Seribu, 32 di Jakarta Timur, 34 di Jakarta Selatan, 42 di Jakarta Pusat, 55 di Jakarta Barat, dan 55 di Jakarta Utara.

Baca: Jakarta Sisakan 223 RW Kumuh Sejak 2013

Pemerintah Pusat bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan DKI Jakarta bebas pemukiman kumuh di 2019. Penataan kawasan kumuh tersebut dilakukan dan diberi nama program 100-0-100.

Program rancangan Kementerian PUPR menargetkan pengembang permukiman berkelanjutan dengan fokus tercapainya 100 persen akses air minum, mengurangi kawasan kumuh nol persen, dan 100 persen akses sanitasi untuk masyarakat Indonesia, termasuk warga Jakarta.

Namun, sejak tahun 2013 program ini terhenti dan menyisakan 223 RW kumuh di Jakarta. Kepala Seksi Perencanaan Kawasan Permukiman, Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah (DPGP) DKI Jakarta, Ilman Basthian mengatakan penghentian program disebabkan pergeseran fokus pembangunan.

"Progres terakhir kami memperbaiki pemukiman kumuh itu 2013. Setelah pergantian gubernur fokusnya berubah jadi peningkatan kawasan hunian vertikal atau rumah susun," kata Ilman saat ditemui Metrotvnews.com di kantor DPGP Jakarta Pusat, Jumat 8 September 2017.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMUKIMAN KUMUH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017