Iwan, Sang "Pencabut Nyawa" PKL Tanah Abang

M Sholahadhin Azhar - 19 Mei 2017 14:48 wib
Ilustrasi--Razia pedagang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat--Metrotvnews.com/M Sholahadhin Azhar
Ilustrasi--Razia pedagang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat--Metrotvnews.com/M Sholahadhin Azhar

Metrotvnews.com, Jakarta: Teriakannya saja sudah membuat pedagan kaki lima (PKL) Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, ciut nyali. Apalagi, kalau dia sampai bertindak. Bisa celaka semua PKL.

PKL harus buru-buru. Kalau tidak, 'nyawa' PKL pasti melayang. Dagangan mereka pasti tak tersisa, dilempar semua ke atas truk. Siapa aktornya? Dia adalah Iwan Siregar, anggota Satpol PP Jakpus.

Iwan jadi momok buat PKL di Tanah Abang. Para pedagang bahkan menjulukinya "Pencabut Nyawa" PKL. Perilaku Iwan memang tegas.

Meski dikeluhkan, toh Kasiop Satpol Jakpus Santoso menilai tak ada yang salah dari kinerja anak buahnya. Apa yang dilakukan Iwan bagian dari profesionalisme. "Sudah bawaannya, keras. Dia orang Medan," kata Sutanto kepada Metrotvnews.com, Jumat 19 Mei 2017.

Baca: Meski Dirazia, PKL Tetap Kembali ke Tanah Abang

Tapi, sedari pagi sampai siang, Iwan tak tampak. Padahal, sejak penertiban PKL Senin 14 Mei 2017, sang 'pencabut nyawa' tidak pernah absen. Sutanto menyebut anak buahnya berada di kantor. "Lagi bayar puasa katanya," jelas Sutanto.

Terkait kinerja, ia menuturkan bahwa pekerjaan Iwan sangat memuaskan. Sutanto disebut sebagai petugas Satpol PP paling excellent.

Baca: PKL Tanah Abang Selalu Dapat Bocoran Razia

Tak hanya saat berada di bawah komando Pol PP Jakarta Pusat, ketika Sutanto bertugas di Kecamatan, Iwan juga memiliki performa baik. Tak berbeda ketika Sutanto pindah tugas ke Jakarta Pusat dan Iwan ikut bersamanya. "Dia ini mampu memahami perintah dan melaksanakannya secara bagus," ucap Sutanto.

Sementara itu Irma, pedagang tas di Jatibaru, Tanah Abang mengaku lega karena tak ada Iwan saat penertiban. Menurutnya teriakan Iwan yang lantang sudah cukup membuat deg-degan dan panik.

Hal berbeda diungkapkan Yeni, pedagang minuman botol yang mengaku sudah tiga kali disita barangnya Iwan. Ia berseloroh kangen dengan pria berperawakan kekar itu. "Iya, kangen pengen nampol," katanya sambil tertawa.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TANAH ABANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 29-05-2017