Harga Pangan Jelang Ramadan Cenderung Stabil

Muhammad Al Hasan - 16 Mei 2018 16:38 wib
Pedagang memilah cabai merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Foto: Antara/Makna Zaezar.
Pedagang memilah cabai merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Foto: Antara/Makna Zaezar.

Jakarta: Harga komoditas pangan menjelang Ramadan cenderung stabil. Aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati menunjukkan beberapa harga pangan justru turun.

Salah pedagang bawang merah Ujang, 40, menyebut penjualan bawang merah stabil. Bawang merah berkisar Rp15 ribu-Rp17 ribu per kg disesuaikan dengan kualitasnya.

"Stabil enggak turun, bawang enggak turun," kata Ujang kepada Medcom.id, Rabu, 16 Mei 2018.

Senada, Sandi, 25, pedagang, menjelaskan harga jahe, kunyit, dan jenis rempah lainnya stabil jelang Ramadan. "Rempah-rempah tetap stabil diharga Rp10 ribu per kg."

Asril, 39, mengatakan harga bawang putih dan kemiri di Pasar Induk Kramat Jati masih seperti biasa. "Masih di Rp14 ribu-Rp17 ribu. Tapi ini partainya, kalau ngeteng beda lagi Rp18 ribu-Rp24 ribu. Enggak ada perubahan," jelas Asril.

Berbeda dengan bumbu, fluktuasi harga terjadi di komoditas sayur mayur. Harga sesuai permintaan pasar.

Roy Sinaga, 24, mengatakan harga kentang di tokonya stabil. Itu karena warga jarang membeli kentang menjelang Ramadan, berbeda dengan Lebaran.

"Harga berkisar Rp10 ribu per kg kentang lokal dari Dieng. Standar saja," ungkap Roy.

Sementara itu, Sumitra, pedagang cabai rawit, justru mengeluh karena ada penurunan harga. Padahal, seminggu sebelumnya, harga rawit membumbung tinggi.

"Biasanya rawit stabil Rp35 ribu-Rp30 ribu per kg untuk rawit merah. Sekarang Rp15 ribu per kg. Rawit hijau biasanya Rp30 ribu-Rp25 ribu per kg, sekarang Rp10 ribu per kg. Makanya semuanya nangis habis modal semua," kata Sumitra.

Sumitra menjelaskan kemerosotan harga disebabkan stok rawit melimpah jelang Ramadan, sedangkan daya beli konsumen berkurang. Permintaan sedikit, tetapi penawaran banyak.

Itu juga dialami pedagang seledri Sunarya, 37. Dia mengatakan penurunan harga biasa terjadi terhadap dagangannya bila menjelang Ramadan. Itu disebabkan pelanggannya kebanyakan pedagang makanan yang akan libur berjualan satu sampai dua hari.

"Awal Ramadan itu pemakaiannya kurang. Contohnya tukang bubur, tukang baso, pada ngurangin. Kebanyakan tukang makanan yang menggunakan seledri kurang, biasanya Rp7 ribu per kg jadi Rp6 ribu per kg," ungkap Sunarya.

Sementara itu, pedagang wortel, Jeffri, justru bungah karena permintaan meningkat meski harga stabil. "Bulan puasa barangnya kurang pemakaian banyak. Sebab orang pada puasa. Harga stabil Rp3,5 ribu-Rp4 ribu per kg. Standar karungan kayak begini, ketengan biasa Rp8 ribu per kg," kata Jeffri.

Baca: Pemprov DKI Galang Dana untuk Bukber

Lain dengan rempah dan sayur, komoditi sumber protein daging, ayam, dan telur mengalami anomali. Harga daging sapi lokal stabil sementara harga daging ayam melonjak. 

Cecep, 70, mengatakan harga daging sapi tak berubah. Harga daging masih sama sejak seminggu yang lalu, aman di harga Rp120 ribu per kg.

Di sisi lain, Muhammad, 34, pedagang daging ayam menyatakan harga dagangannya melonjak jelang Ramadan. Ia pun heran harganya melampaui daging sapi. 

"Rp38 ribu per kg sekarang, biasanya Rp14 ribu per kg. Penjualan sepi, tambah mahal. Padahal, daging saja enggak naik," kata Muhammad.

Harga telur hanya mengalami sedikit kebaikan sejak dua hari terakhir. Semula harga Rp25 ribu per kg menjadi Rp26,5 ribu per kg. "Meski harga naik tetap ada yang beli," kata Ati, 40. 


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PANGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 23-05-2018