Pemprov DKI Beri Syarat Usaha Rumahan

Fachri Audhia Hafiez - 12 Mei 2018 21:18 wib
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno--Medcom.id/Lis Pratiwi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno--Medcom.id/Lis Pratiwi.

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyebut ada beberapa Usaha Mikro Kecil (UMK) yang tak diperbolehkan di zona R1 (Sub Zona Perumahan Kampung). Salah satunya UMK yang menghasilkan limbah.

"Catering enggak boleh, karena ada limbah," kata Sandi di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu, 11 Mei 2018.

Selain itu, mini market juga dilarang di zona R1 karena dapat mengganggu akses jalan. Sandi mengatakan, UMK yang diperbolehkan di antaranya, salon, bisnis travel, dan penjahit.

"Kalau bikin macet enggak boleh. Karena itu mengganggu suasana di permukiman, harus ada keselarasan di permukiman," jelas Sandi.

Sandi memastikan kedepannya izin UMK akan dipermudah. "Kita sampaikan pesan bahwa ini tidak akan menabrak perda zonasi, karena ini udah diberikan kemudahannya berdasarkan perda zonasi itu. Peraturan Gubernurnya (Pergub) sudah kemarin ditanda tangan pak Anies," pungkas Sandi.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) yang mengizinkan pelaku usaha mendirikan kegiatan bisnis di rumah. Aturan tentang izin usaha di rumah tertulis dalam Pergub Nomor 30 Tahun 2018 tentang Izin Usaha Mikro dan kecil.


(DEN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERIZINAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 26-05-2018