Aturan Mobil Wajib Bergarasi Membuka Celah Pungli

M Sholahadhin Azhar - 13 September 2017 16:42 wib
Warga melintas di samping kendaraan yang terparkir di Jalan Z, Kelurahan Sukabumi Selatan RT 6 RW 4, Jakarta Barat. Foto: MTVN/M. Sholahadhin Azhar
Warga melintas di samping kendaraan yang terparkir di Jalan Z, Kelurahan Sukabumi Selatan RT 6 RW 4, Jakarta Barat. Foto: MTVN/M. Sholahadhin Azhar

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggalakkan aturan soal pemilik mobil wajib mempunyai garasi. Bila aturan itu terealisasi, kebutuhan lahan parkir di sejumlah wilayah di Ibu Kota makin banyak.

Di balik kebutuhan lahan parkir atau garasi untuk mobil justru membuka celah pungutan liar (Pungli) semakin marak. Selama ini praktik pungutan terhadap kendaraan yang diparkir di trotoar dan jalan umum sudah jamak dilakukan pengurus RT/RW. Seperti yang terjadi di Jalan Z, Kelurahan Sukabumi Selatan RT 6 RW 4, Jakarta Barat.

"Kalau siang sih sedikit mobil yang parkir. Sore menjelang malam, penuh di jalan ini. Mereka katanya bayar ke RT," kata Rohim (nama samaran), pengusaha warteg di lokasi, Rabu 13 September 2017.

Dikonfirmasi ke warga sekitar, mereka membenarkan adanya pungutan. Namun sifatnya suka rela, pemilik kendaraan yang rata-rata rumahnya berada di dalam gang, membayar ke pengelola daerah. Salah satu warga yang tak ingin disebut namanya mengaku iuran berlaku sejak lama.

"Saya di sini sejak 2010, rumah di gang, mobil bak buat usaha diparkir di depan. Memang sudah lumrah. Di tempat lain juga begitu," katanya.

Ia mengaku, tiap pemilik menyetor sedikitnya Rp300 ribu pada pengelola. Tapi nominal itu katanya bisa disesuaikan, tergantung kemampuan pemilik kendaraan. Khususnya bagi kendaraan bak untuk usaha.
 
Ketika dicoba konfirmasi ke pengurus RT/RW sekitar, warga enggan memberi tahu lokasi hunian. Pengakuan mereka, para pengurus rata-rata bekerja dan saat ini tidak sedang di rumah.

Padatnya kendaraan dan minimnya lahan parkir juga ditemui di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Bagja, 30, warga Kebon Kacang, Jakarta Pusat misalnya, ia tak punya pilihan selain memarkir kendaraan di bahu jalan setiap hari. Letak rumah yang mesti melewati gang sempit itu menjadi alasan utama tidak memiliki garasi.

Jaminan penjagaan oleh oknum juga menjadi salah satu alasan pemilik, untuk memarkirkan mobilnya di bahu jalan. "Lebar mobil saya enggak bisa dibawa masuk ke gang mas. Kalau aturan ditegakan saya bingung mau pindah ke mana. Parkir di bahu jalan masih aman karena ada yang jaga," kata Bagja.


(MBM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMILIK MOBIL WAJIB PUNYA GARASI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017