DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kawasan Industri Pulogadung Masuk Zona Kritis

Nur Azizah - 10 Juli 2018 16:53 wib
Ilustrasi limbah--MI/Galih
Ilustrasi limbah--MI/Galih

Jakarta: Kawasan Industri di Pulogadung, Jakarta Timur masuk dalam zona kritis dan rusak, hal itu berdasarkan peta zonasi konservasi air. Kawasan Industri di Pulogadung diduga tercemar, karena buruknya pengelolaan limbah.

Salah satunya kawasan yang sudah tercemar ialah hutan kota yang berada di area Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Jakarta Timur. Hutan kota itu seluas 7 hektar dari total luas JIEP 430 hektare.

"JIEP termasuk zona kritis. Mereka buang limbah diam-diam. Termasuk 7 hektare kawasan hijau, hutan kota yang di tengah itu banyak buangan limbah," kata Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar di kantor DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Juli 2018.

Baca: Anies Lanjutkan Inspeksi Gedung Tinggi

Anwar menyebut kondisi taman kota sangat memperihatinkan meski belum diketahui tingkat pencemarannya. Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta Anies menggelar inspeksi terhadap gedung-gedung tinggi di kawasan industri Jakarta Timur dan Barat.

Inspeksi terkait penyediaan sumur resapan, instalasi pengolahan air limbah serta pemanfaatan air tanah. Ada 40 bangunan yang akan diinspeksi selama tanggal 9 hingga 20 Juli 2018.

Selain di Pulogadung, kawasan industri Daan Mogot juga masih dalam kritis dan rusak. Salah satu yang sudah tercemar yakni Kali Mookevart.

"Kita lihat juga bahwa Kali Mookevart itu hitam, kita lihat saja kan kotor tuh. Berarti ada limbah yang tidak beres dong. Kan harusnya yang dibuang ke kali itu sudah diproses dulu, disaring, baru dibuang ke kali. Itu lah perlunya dilakukan pemeriksaan," kata Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AIR TANAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018