Puluhan Gedung di Jakarta tak Taat Aturan

Nur Azizah - 11 April 2018 18:29 wib
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Medcom.id/Nur Azizah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Medcom.id/Nur Azizah

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan hasil sidak 80 gedung tinggi di sepanjang jalan Mohammad Husni Thamrin hingga Jenderal Sudirman. Dari 80 gedung, hanya 77 gedung yang dapat diperiksa.

Tiga gedung urung diperiksa karena sudah hancur dan dalam proses pembangunan. Satu gedung lainnya yakni Kedutaan Besar Jerman dan harus mendapatkan izin dari Kementerian Luar Negeri.

Dari hasil pemeriksaan tim pengawasan terpadu, sebanyak 37 gedung belum memiliki sumur resapan atau sumur resapannya tidak berfungsi. Di antara 37 gedung itu banyak gedung pemerintahan yang tidak memiliki sumur resapan seperti gedung Kementerian ESDM, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Bank Indonesia.

Gedung pemerintahan lainnya ialah gedung Dirjen Pajak dan Bawaslu. Sementara gedung milik swasta yang tak memiliki sumur resapan ialah gedung Indo Surya Center, Bangkok Bank, Hotel Sari Pan Pasific, Menara Cakrawala, Sinar Mas, Wisma Kosgoro, Pertamina, Lubricant, dan Plaza Permata. 

Ada juga gedung Indocement, Wisma Bumi Putera, Internasional Financial, Centre 1, Mayapada Tower 1, Sampoerna Strategic, Unika Atmajaya, Plaza Bapindo 1&2, Sequis Senter, dan Menara Sudirman. Lalu, gedung Sultan Residence, BRI I&II, Intiland Tower, Hotel Sahid, Davinci, Wisma Nugraha Santana, Menara Taspen, Menara BNI 46, Gedung Jaya, dan Menara Thamrin.

Sementara 40 gedung dinyatakan telah melengkapi bangunnya dengan sumur resapan. Total luas sumur resapan yang tersebar di 143 titik hanya memiliki total volume 3.705 meter kubik.

"Meski memiliki sumur resapan, sebagian besar belum memenuhi kapasitas yang dipersyaratkan dalam Pergub Nomor 20 Tahun 2013 tentang sumur resapan," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 11 April 2018.

Baca: DKI Sidak 10 Gedung Penyedot Air Tanah

Sedangkan 49 gedung telah melengkapi bangunannya dengan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Sebanyak 35 gedung lainnya telah berlangganan pada PD PAL. 

"Dan, tujuh gedung masih menggunakan septic tank. Hari gini rasanya sudah olded sekali, tapi kenyataannya ya begitu," ungkapnya.

Mantan Menteri Pendidikan ini berencana mengirim hasil pemeriksaan ini kepada seluruh gedung yang telah diperiksa. Mereka diberikan waktu satu bulan untuk memenuhi sumur resapan dan pengelolaan air limbah.

"Setelah itu, kita akan evaluasi dan hasil evaluasi akan diumumkan kepada publik. diumumkan kepada publik itu detail, termasuk kalau di situ terjadi pengambilan air secara ilegal," terangnya.

Bila gedung tersebut masih membandel, Anies tak segan mencabut sertifikat layak fungsi dan mencabut izin gedung tersebut. Tidak hanya gedung milik swasta tapi juga pemerintahan.

"Justru kalau kita di pemerintahan harus kasih contoh," pungkas mantan Rektor Universitas Paramadina ini.




(AZF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AIR TANAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018