Warga RW 016 Kapuk Sadar Wilayahnya Bakal Direlokasi

Whisnu Mardiansyah - 12 September 2017 18:48 wib
Suasana permukiman kumuh di RW 16 Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah
Suasana permukiman kumuh di RW 16 Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Kawasan RW 016 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat satu dari beberapa RW kumuh di Jakarta. Selain kumuh, kawasan RW 16 sendiri terpadat di Jakarta.

Isu penataan wilayah kumuh sudah lama berhembus dan diwacanakan di RW 16. Terlebih warga yang menempati lahan di sekitar bantaran Kali Apuran yang membelah pemukiman warga.

Erla salah satu warga yang sekaligus pengurus RW 016 menjelaskan wacana penataan kawasan kumuh bergulir sejak tahun 2000. Ketika Jokowi awal menjabat tahun 2012, kawasan di RT 14/16 direncanakan bakal dibangun kampung deret.

Baca: Menengok RW 16 Kapuk, Kawasan Terpadat dan Kumuh di Jakarta

Namun, rencana ini menguap dan belum terealisasi. Di era Pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama mengubah kebijakan penataan kampung kumuh dengan hunian vertikal atau rumah susun.

Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta sedang gencar melakukan normalisasi sungai. Salah satunya di Kali Apuran beberapa RT di wilayah RW 16 pun bakal terkena imbasnya, mau tidak mau mereka bersiap direlokasi.

Erla menjelaskan, tahun 2016 kemarin pengurus kelurahan bersama RW sudah mendata warga yang bakal direlokasi ke rumah susun. Namun, hingga kini rencana itu belum diketahui kelanjutannya. Karena masih terjadi pro dan kontra di tengah-tengah warga.

"Masalah lahan di situ milik siapa masih pro dan kontra. Karena banyak juga warga yang punya AJB (Akta Jual Beli)," jelas Erla kepada Metrotvnews.com, di RT 14/16 Kapuk, Jakarta Barat, Selasa 12 September 2017.

Saat Metrotvnews.com menyambangi kawasan bantaran Kali Apuran, beberapa warga bertanya-tanya. Mereka khawatir kawasannya bakal digusur. "Mau digusur ya mas difoto-foto," celoteh salah satu warga.

"Kalau sudah diambil gambarnya beneran mau digusur," ketus warga lainnya.

Pantauan Metrotvnews.com, lebar Kali Apuran tidak lebih dari lima meter. Kedua sisi kali sudah diokupasi bangunan semi permanen milik warga. Air kali pun hitam pekat dan terlihat dangkal dengan endapan lumpur di permukaan.

Kata Erla, jika hujan tiba tak pelak kawasan ini pasti digenangi banjir. Ditambah, sampah rumah tangga yang mengendap. Untungnya, setiap hari petugas PPSU rutin membersihkan sungai dari sampah.

Sugeng Kustiyanto, pengurus RW 16 menjelaskan kawasan bantaran Kali Apuran salah satu yang bakal terkena dampak normalisasi sungai. Hunian di sekitarnya akan dibangun jalan inspeksi.

Kawasan RW 16 Kelurahan Kapuk dihuni sekitar 30 ribu jiwa dengan total luas wilayah 22 hektare. Dengan kepadatan penduduknya, RW 16 dinobatkan sebagai kawasan RW terpadat di Jakarta bahkan di Indonesia.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMUKIMAN KUMUH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017