DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Warga Bidara Cina Tunggu Dialog dengan Anies

Media Indonesia - 13 Februari 2018 08:22 wib
Kali Ciliwung di kawasan Bidara Cina, Jakarta - ANT/Rosa Panggabean.
Kali Ciliwung di kawasan Bidara Cina, Jakarta - ANT/Rosa Panggabean.

Jakarta: Astriyani, juru bicara warga Bidaracina mengatakan, pihaknya menunggu dialog dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ini terkait rencana titik inlet proyek sodetan Kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT) di wilayah mereka.  

"Kami sebelumnya sudah bertemu pada 22 November 2017. Kami memberi masukan ke Gubernur agar dia tidak salah melangkah. Sekarang jika ingin berdialog, kami tunggu," ujar Astriyani dilansir dari media Indonesia, Selasa, 12 Februari 2018. 

Dia bilang nantinya warga ingin menyampaikan tuntutan mereka. Khususnya terkait pembebasan lahan yang akan dijadikan sodetan Kali Ciliwung. 

Sampai saat ini hak atas lahan warga dikuatkan dengan beberapa putusan pengadilan. "Terakhir kami menang gugatan di PN Jakarta Timur. Majelis hakim membatalkan sertifikat No 227/Bidaracina yang dimiliki Pemprov DKI dan sertifikat atas nama Hengki. Majelis hakim memerintahkan pemprov untuk mengakui lahan warga, baik yang memiliki sertifikat ataupun tidak," kata Astriyani. 

Sebelumnya, putusan PTUN Jakarta memenangkan gugatan warga atas Surat Keputusan Gubernur Nomor 2779 Tahun 2015. SK itu tentang penetapan lokasi sodetan Kali Ciliwung yang berubah dari rencana awal, tapi tak memberi tahu warga.

(Baca juga: Anies Klaim Warga Bidara Cina Setuju Sodetan Ciliwung)

Dalam pembacaan putusan di PTUN Jakarta, Senin, 25 April 2016, majelis hakim memenangkan warga Bidara Cina karena menganggap SK Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu telah melanggar asas-asas pemerintahan

Warga juga mengajukan gugatan class action ke PN Jakarta Pusat pada akhir Agustus 2017 sebagai bentuk penolakan atas penggusuran.

Majelis hakim PN menyidangkan perkara itu dan pada 29 Agustus 2017 mengabulkan gugatan warga. Statusnya sampai saat ini belum keputusan berkekuatan hukum tetap lantaran Pemprov DKI Jakarta mengajukan banding tahun lalu.

Sebelumnya, Anies mengklaim warga sudah setuju dengan kelanjutan proyek sodetan Ciliwung. Bahkan tak lama lagi bakal ada pengukuran lahan. 

"Ya kita sepakat untuk melakukan pengukuran. Kita sepakat untuk melakukan appraisal (taksiran harga)," kata Anies di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 7 Februari 2018.


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SODETAN CILIWUNG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 26-09-2018