Anies Pertimbangkan Saran Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta

Nur Azizah - 07 Desember 2017 16:40 wib
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama anggota Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta--Medcom.id/Nur Azizah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama anggota Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta--Medcom.id/Nur Azizah

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima masukan dari Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta. Masukan yang disampaikan berupa persoalan reklamasi dan nasib nelayan ke depan. 

Anies mengatakan, dirinya akan mempertimbangkan masukan tersebut sebelum mengeluarkan kebijakan Reklamasi. Menurutnya, masukan tersebut sangat berguna untuk menata kawasan pesisir Jakarta.

"Ini menjadi bahan kita untuk menyusun kebijakan dan seperti diketahui kita dalam fase penyusunan tim yang secara khusus memfokuskan penataan kawasan pesisir pantai Jakarta," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Desember 2017.

Baca: Alasan Anies Tarik Raperda Reklamasi dari Prolegda

Ketua Komunitas Nelayan Iwan Karmidi menyampaikan, reklamasi menyengsarakan para nelayan. Selama ini, belum ada tanggung jawab dari Pemprov DKI terhadap dampak tersebut.

"Dampak reklamasi sangat buruk buat nelayan. Kalau reklamasi 17 pulau dilanjutkan, artinya nelayan dengan sendirinya akan terusir dari teluk Jakarta," ujar dia.

Karena itu, Iwan dan Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta tetap menolak reklamasi. Ia juga meminta Pemprov menghentikan proyek reklamasi. "Kami nelayan tetap berusaha dan berjuang agar reklamasi itu dihentikan untuk menyelematam teluk Jakarta dan masyarakat pesisir," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta Tigor Hutapea mengapresiasi tindakan Anies untuk mencabut Raperda reklamasi dari Program legislasi Daerah. 

"Dengan begitu tidak ada lagi dasar bagi para pengembang untuk menjalankan aktivitas pembangunan," pungkasnya.



(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG REKLAMASI TELUK JAKARTA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 12-12-2017