Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.659.184.273 (20 JULI 2018)

Sandi Mengaku tak Alergi Program Lama

M Sholahadhin Azhar - 03 April 2018 17:20 wib
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menerima hibah 20 sepeda motor yang dilengkapi gerobak sampah. Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menerima hibah 20 sepeda motor yang dilengkapi gerobak sampah. Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membantah tudingan DPRD DKI yang menganggap Pemprov alergi program pemerintahan lama. Dia berdalih tak semua program bisa diterapkan di seluruh wilayah Ibu Kota.

"Tentunya itu masukan yang kami terima. Yang kami sampaikan bahwa di setiap penataan itu tidak bisa dipukul rata. Di beberapa wilayah cocok untuk naturalisasi sementara daerah lain cocok untuk normalisasi," kata Sandiaga di Ancol, Jakarta Utara, Selasa, 3 April 2018.

Sandiaga menegaskan tak pernah 'anti' menjelaskan soal normalisasi. Ia sepakat akan melanjutkan program lama yang bagus. Pasalnya, prioritas Pemprov memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. 

"Ini patut kita garisbawahi karena yang kita pentingkan adalah layanan kepada masyarakat," imbuh dia.

Ia membeberkan soal rumah DP Rp0. Dia mengklaim masyarakat mulai terbuka melihat ke program itu. Pemprov disebut memberikan alternatif hunian terjangkau di tengah kota. 

"Sangat penting, tentunya kalau kita lihat ada dua isu yang menjadi fokus daripada kelas menengah ke atas yaitu banjir dan kemacetan. Sementara itu, kelas menengah ke bawah adalah lapangan kerja dan gaya hidup. Jadi itu semuanya kita akan fokuskan ke lima tahun ke depan," pungkas Sandi.

Baca: Anies-Sandi Diminta tak Alergi pada Program Lama

Sementara itu, Gubernur Anies Baswedan masih ogah menyebut program ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Ia lebih suka melabeli taman yang dibangun Pemda DKI sebelumnya dengan sebutan ruang terbuka hijau (RTH) atau lebih spesifik dengan sebutan taman maju bersama dan taman pintar.

Sebelumnya, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta William Yani meminta Pemprov tak alergi terhadap program pemerintah lama. Hal ini diutarakan saat William menyampaikan pandangan fraksinya atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 di Sidang Paripurna.

"Kami berharap agar Pemda saat ini tak perlu alergi atau tidak nyaman dengan beberapa istilah yang terlanjut populer, maupun tidak populer," kata William di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin, 2 April 2018.


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMPROV DKI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-07-2018