Pemerintah Diminta Buat Kebijakan Mengatasi Kelebihan Pilot

Lis Pratiwi - 12 September 2017 19:55 wib
 Sejumlah siswa sekolah penerbang Bali Internasional Flight Academy (BIFA) angkatan II mengikuti wisuda kelulusan di Buleleng, Bali, Sabtu (7/8/2010). Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Sejumlah siswa sekolah penerbang Bali Internasional Flight Academy (BIFA) angkatan II mengikuti wisuda kelulusan di Buleleng, Bali, Sabtu (7/8/2010). Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan diharapkan memberi solusi agar lulusan sekolah penerbangan mendapat pekerjaan. Pasalnya, banyak pilot muda yang menganggur meski telah mendapat sertifikat kompetensi dari sekolahnya.

"Pemerintah harus membuat kebijakan untuk menyelamatkan mereka karena sudah sekolah, bayar mahal, dan negara diharapkan memfasilitasi mereka untuk bekerja," ujar Eksa Septiana, Public Relation Marketing Alfa Flying School, Kompleks Halim Perdana Kusuma, Jakarta kepada Metrotvnews.com, Selasa 12 September 2017.

Eksa menambahkan, sekolahnya memiliki 30 persen lulusan yang belum terserap lapangan pekerjaan sejak dibentuk 2007 lalu. Jumlah ini pun meningkat beberapa tahun terakhir karena kian tingginya persaingan menjadi pilot di tengah keterbatasan kebutuhan.

Ia mengaku, beberapa rencana kebijakan pemerintah telah digaungkan, seperti membatasi perekrutan pilot asing bekerja di Indonesia dan memerger jumlah sekolah pilot yang ada.

"Beberapa tahun terakhir ini ada over supply, banyak lulusan pilot sampai sekarang belum dapat kerja. Pemerintah berencana membuat kebijakan yang tujuannya meminimalisir over supply itu," jelasnya.

Sebagai sekolah penerbangan swasta, Eksa tidak khawatir dengan siswa lulusannya yang harus bersaing dengan pilot dari sekolah penerbangan milik pemerintah, seperti Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Kabupaten Tangerang.

Baginya, setiap siswa memiliki kesempatan sama di dunia kerja, tergantung kompetensi mereka. Bahkan, ada pula siswa lulusan STPI yang mendaftar sebagai Flight Instructor di Alfa Flying School.

"Siswa sekolah penerbangan tidak boleh ada ikatan dinas dengan maskapai mana pun, jadi semuanya daftar kerja sendiri. Paling kami memberi informasi kalau ada rekrutmen pilot," bebernya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini 120 ribu pilot Indonesia masih menganggur karena kurang kompetensi sesuai yang dibutuhkan maskapai penerbangan nasional.

Menurut Budi, banyaknya pilot yang masih menganggur antara lain disebabkan terlalu banyak sekolah penerbangan di Indonesia yang jumlahnya sekitar 20 sekolah dan tidak semua memiliki fasilitas memadai. Ia mengimbau untuk memerger sekolah itu menjadi 10 agar mudah meluluskan siswa sebagai pilot.


(MBM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENERBANGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017