Sekda DKI Sebut Usulan Penghapusan PMD tak Serampangan

Intan fauzi - 14 November 2017 14:58 wib
Ilustrasi. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta: Instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghapus penyertaan modal daerah (PMD) bagi lima BUMD menuai kritikan dari anggota badan anggaran DPRD DKI. Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah menjelaskan kalau instruksi itu sudah melalui pembicaraan panjang.

"Amanat rapat kemarin, saya diminta mencarikan (defisit) Rp2,5 triliun (di APBD 2018). Kira-kira bisa diambil dari mana? Pagi ini saya sajikan (lima BUMD yang PMD-nya akan dihapus). Tapi, keputusannya di forum ini. Ini forum pembahasan," kata Saefullah saat menghadiri rapat Badan Anggaran DPRD DKI, di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 14 November 2017.

Saat rapat Anies menginstruksikan Saefullah menghentikan pemberian PMD bagi lima BUMD. Kelima BUMD itu antara lain PT Jakarta Tourisindo, PD Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang, PT Pembangunan Sarana Jaya, dan PT Asuransi Bangun Askrida.

Kelima BUMD ini sudah mengajukan proposal PMD dengan rincian:
1. PT Jakarta Tourisindo mengajukan Rp3,3 triliun,
2. PD Dharma Jaya Rp39 miliar,
3. PT Food Station Tjipinang Rp125 miliar,
4. PT Pembangunan Sarana Jaya Rp394 miliar, dan
5. PT Asuransi Bangun Askrida Rp4,4 miliar.

Baca: DPRD Kritik Anies yang Dinilai Serampangan Menghapus PMD

Sebelum menentukan lima BUMD yang bakal disetop PMD-nya, Pemprov DKI sudah menerima ajuan proposal PMD dari delapan BUMD. Anies lantas menyepot lima di antaranya.

Kendati demikian, Saefullah bilang, instruksi Anies-Sandi itu belum mutlak. Eksekutif dan legislatif masih bisa membahasnya dalam rapat Badan Anggaran.

"Ini sifatnya kertas kerja, bukan barang yang final. Jadi, masih sangat dinamis dengan beberapa prinsip yang sudah disepakati sebelumnya. Ini bukan keputusan sepihak, justru di forum ini dibahas," kata Saefullah.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DPRD DKI JAKARTA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017