DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pemprov DKI Bakal Adakan Proyek SPAM

Nur Azizah - 13 Maret 2018 17:02 wib
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metrojaya. Foto: Antara/Reno Esnir.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metrojaya. Foto: Antara/Reno Esnir.

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta berencana mengadakan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). SPAM akan menyediakan air baku.

"Itu salah satu kerja sama di bidang penanganan sumber daya air," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Maret 2018.

Sandi menyampaikan proyek itu akan menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha. Skema tersebut menggunakan percepatan business to business.

"Kami minta untuk segera diimplementasikan," imbuh dia.

Selain itu, Sandi juga meminta Kementerian PUPR membantu memperlambat penurunan muka tanah. "Yaitu dengan mereduksi secara signifikan pengambilan air tanah," ungkap Sandi.

Baca: PII Jamin Proyek SPAM di Bandar Lampung dengan Investasi Rp1,1 Triliun

Sebelumnya, Peneliti Sumber Daya Air Perkotaan Universitas Indonesia Firdaus Ali menyatakan sebagian wilayah Jakarta akan berada di bawah muka air laut. Wilayah Angke, Muara Baru, dan Cilincing memang sudah berada di bawah muka air laut dalam keadaan normal. Di sejumlah titik di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur pun dipastikan air tanahnya sudah menurun dari waktu ke waktu.

Firdaus mengatakan studi tentang penurunan muka air tanah di Jakarta sudah dilakukan sejak 1987. Sayangnya setelah krisis 1998 tidak ada tindakan yang dilakukan pemerintah DKI untuk mengatasi hal tersebut.


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AIR MINUM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 17-12-2018