DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Kakorlantas Akui Jalur Alternatif Terimbas Ganjil Genap

Damar Iradat - 13 Maret 2018 14:01 wib
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa. Foto: Medcom.id/Siti Yona
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa. Foto: Medcom.id/Siti Yona

Bekasi: Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa menyadari kebijakan ganjil-genap di Tol Jakarta-Cikampek berdampak pada peningkatan kendaraan di jalur alternatif. Namun, Royke menilai hal itu normal ketika kebijakan baru diterapkan.
 
Royke mengatakan, pihaknya telah memprediksi adanya kenaikan volume kendaraan di jalur alternatif. Pihaknya telah mengantisipasi dengan mengerahkan personel.
 
"Peningkatannya masih tahap pengendalian, tidak ada penumpukan drastis," kata Royke kepada Medcom.id, Selasa, 13 Maret 2018.
 
Menurut dia, arus lalu lintas di jalur alternatif akan kembali normal ketika para pengendara sudah terbiasa.
 
Lagipula, kebijakan ganjil-genap di Tol Jakarta-Cikampek menawarkan tiga pilihan. Berganti moda, berganti waktu perjalanan, dan berganti rute perjalanan.
 
Para pengendara, kata Royke bisa memilih tiga opsi tersebut. Apalagi, kata dia, yang diatur oleh kepolisian dan pemerintah hanya di Gerbang Tol Bekasi Timur serta Gerbang Tol Bekasi Barat 1 dan 2.
 
"Yang diatur kan hanya tiga pintu. Masuk Tol Jakarta-Cikampek boleh saja, tapi tidak boleh di tiga pintu itu, pintu lain masih boleh," tegasnya.
 
Royke juga menampik jika kebijakan ini hanya memindahkan kemacetan. Menurutnya, kebijakan tersebut justru untuk mengurai dan membagi kepadatan di beberapa tempat.
 
"Membagi kepadatan di beberapa tempat, bukan satu dua tempat saja terus numpuk. Pengawasannya memang di pintu tol, tapi itu nanti (dampaknya) untuk di dalam tol," tutur dia.

Ia juga menjelaskan, kebijakan tersebut hanya diterapkan di Gerbang Tol Bekasi Timur dan Gerbang Tol Bekasi Barat 1 dan 2 lantaran hasil penelitian yang dilakukan kepolisian dan pihak terkait menunjukan tiga tempat itu menjadi pusat kepadatan setiap paginya. Karena itu, pihaknya sengaja mengendalikan pergerakan kendaraan dengan memenggal jalur masuk di tiga tempat tersebut.
 
"Kita coba kurangi, di-share ke jalan lain yang masih sepi, cuma memang melingkar, atau waktunya memang kalau bangun agak pagi. Mau tetap pilih waktu, ganti kendaraannya. Pemerintah kan harus mengatur. Kita sudah berbuat ini," tegas jendral bintang dua ini.
 
Selain itu, menurut Royke, kebijakan ini juga demi memenuhi kepuasan masyarakat. Sebab, jika lalu lintas lancar, masyarakat jua yang merasakannya.
 
Kendati demikian, menurutnya memang ada pengorbanan yang harus dilakukan. Ia memastikan pemerintah semaksimal mungkin mengatasi permasalahan yang terjadi terkait arus lalu lintas di Ibu Kota.
 
"Karena memang yg bisa kami lakukan ya seperti ini, mengurangi volume dengan kapasitas yang tersedia," tandasnya.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SISTEM GANJIL GENAP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018