Proyek Normalisasi Kurangi Dampak Banjir hingga 12%

Whisnu Mardiansyah - 15 November 2017 06:16 wib
Normalisasi aliran Kanal Banjir Barat 6 November 2017 -- Foto: MI/ Arya Manggala
Normalisasi aliran Kanal Banjir Barat 6 November 2017 -- Foto: MI/ Arya Manggala

Jakarta: Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BWSCC) mengkalkulasikan proyek normalisasi Kali Ciliwung terhadap pengurangan dampak banjir di Ibu Kota. Proyek tersebut baru mencapai 16 kilo meter dari total 33 kilo meter proyek normalisasi Kali Ciliwung.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSC) Jarot Widyoko menjelaskan  volume debit air dari Bogor ke pintu air Manggarai sedikit berkurang hingga 12 persen dengan pembangunan dua bendungan di kawasan Bogor Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi. Imbasnya.

"Sementara baru 12 persen (pengurangan dampak banjir) dengan dibangun Ciawi dan Sukamahi itu," kata Jarot kepada Metrotvnews.com, Selasa 14 November 2017.

Jarot memprediksi, jika proyek normalisasi Kali Ciliwung rampung hingga 33 kilo meter, dampak pengurangan terhadap banjir akan lebih besar. Sementara, saat ini dari empat paket pengerjaan proyek, baru dua yang selesai dengan panjang 16 kilo meter.

"Kalau dari bendungan (Ciawi dan Sukamahi) sampai Katulampa dan proyek normalisasi rampung kita bisa reduksi 30 persen (dampak banjir)," ujarnya.

Adapun proyek normalisasi terhenti sementara karena masalah pembebasan lahan oleh Pemprov DKI yang belum tuntas. Padahal proyek tersebut menjadi solusi pamungkas mengatasi permasalahan banjir di ibu kota. Namun relokasi hunian di sepanjang bantaran sungai mutlak dilakukan.


(Des)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NORMALISASI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017