Pajak Penerangan Jalan di DKI Masih Rendah

Nur Azizah - 15 Mei 2018 05:43 wib
Ilustrasi. Foto: Antara.
Ilustrasi. Foto: Antara.

Jakarta: Pajak penerangan di DKI Jakarta masih rendah, yakni hanya 2,4 persen. Sedangkan daerah penyangga seperti Bekasi, Depok, dan Bogor, pajak penerangan jalan sudah enam persen.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta Edi Sumantri mengatakan, pajak penerangan DKI paling rendah selama 10 tahun berturut-turut. Kalah dengan Ambon yang sudah berada di angka maksimal, 10 persen.

"Ambon sudah 10 persen. DKI terendah selama 10 tahun, enggak naik-naik. Mungkin karena di daerah lain pajak penerangan jalan jadi primadona," kata Edi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 14 Mei 2018.

Sementara DKI pajak terbesar ada di Pajak Kendaraan Bermotor-Bea Balik Nama (PKB-BBN). Kendati begitu, Pemprov tetap harus menyesuaikan pajak penerangan jalan. 

"Sekarang waktunya kita untuk penyesuaian. Penyesuaian pun tidak untuk golongan ekonomi menengah ke bawah, yang 900 volt amper itu enggak naik. Naiknya itu progresif dari 2,5 persen jadi tiga persen, lalu nanti dari yang 2200 VA sampe 3500 VA naik menjadi 3,5 persen" tutur dia.

Edi menegaskan, kenaikan pajak penerangan jalan tidak akan membebankan masyarakat ekonomi bawah. Menurut dia, kenaikan pajak wajar dan sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

"Kita tetap berpihak ke masyarakat lemah yang artinya masyarakat kecil ya enggak dinaikan. Kan masyarakat kecil biasanya 950 VA. Begitu naik 2200 VA wajar naik dari 2,4 persen menjadi tiga persen," pungkas Edi.
(SCI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENERIMAAN PAJAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 23-05-2018