DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.100.381.901 (21 SEP 2018)

Ditinggal Sandi, Anies Kesulitan Atur Jadwal

Nur Azizah - 05 September 2018 16:12 wib
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

Jakarta: Setelah ditinggal Wagub nonaktif Sandiaga Uno, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa kesulitan. Terlebih dalam mengatur undangan pertemuan, peresmian, atau rapat-rapat.

Biasanya, undangan tersebut dibagi menjadi dua. Sementara itu, Anies mengaku tak kesulitan dalam menjalankan program kerja.

"Kalau untuk menjalankan program tidak. Semuanya berjalan baik-baik saja dan sistemnya juga ada. Yang lebih menantang itu mengatur undangan. Undangan kalau dulu bisa dibagi kalau sekarang ya tidak," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 5 September 2018.

Hingga saat ini, Anies masih menunggu pendamping baru. Pengganti Sandi baru bisa diputuskan usai Presiden mengeluarkan keputusan presiden soal pengunduran diri Sandi.

"Pada saat ini belum resmi ada pemberhentian dari presiden. Kita masih menunggu, kalau sudah ada resmi pemberhentian dari Presiden baru fase berikutnya bisa bergerak," ungkap dia.

Baca: Sandi Resmi Mundur sebagai Wagub

Mantan Menteri Pendidikan ini mengaku tak memiliki kriteria untuk kandidat yang ingin menjadi wagub. Ia mengaku bakal menerima siapa pun yang diajukan partai pengusung.

"Enggak ada yang khusus. Saya percaya partai pasti mengusulkan orang-orang matang yang siap untuk bekerja bersama di pemprov. Dan saya siap-siap saja," kata Anies.

Namun, hingga saat itu, belum ada satu pun parpol yang mengusulkan nama padanya. Ia menyampaikan seluruh parpol menunggu keputusan Presiden terkait surat pengunduran diri Sandiaga.

"Belum. Mereka enggak bisa mengajukan nama sebelum ada ketetapan dari Presiden bahwa pengunduran diri Pak Sandiaga Uno sah," ungkapnya.

Anies percaya seluruh parpol bakal menyodorkan kader terbaiknya. Ia tak mempermasalahkan bila kader tersebut tak matang di birokrasi.

"Menurut saya begini, siapa pun diajukan di partai politik. Saya percaya partai sudah mempertimbangkan matang. Dan Jakarta akan jadi perhatian, karena itu partai tidak akan main-main di dalam mencalonkan nama," ungkapnya.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini mengaku tak mengusulkan satu nama pun ke parpol. Lagi pula, parpol tak pernah meminta pendapatnya.

"Mereka belum pernah tanya secara khusus. Mereka masih konsentrasi dengan pilpres dan pemilihan anggota legislatif," kata Anies.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ANIES-SANDI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 21-09-2018