Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.641.144.273 (17 JULI 2018)

Anies Belum Periksa Sumur Resapan di Balai Kota DKI

Nur Azizah - 11 April 2018 20:12 wib
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Antara/Galih Pradipta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Antara/Galih Pradipta

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku belum memeriksa ketersediaan sumur resapan dan instalasi pengelolaan air limbah serta pemanfaatan air tanah di kantornya sendiri di Balai Kota Jakarta. 

"Belum dilakukan ya," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu 11 April 2018.

Kendati belum memeriksa kantornya sendiri, Anies mengaku Balai Kota DKI Jakarta telah dilengkapi oleh sumur resapan. Sementara instalasi pengelolaan air limbah belum ada.

"Itu bakal (dilengkapi)" imbuh Mantan Menteri Pendidikan ini.

Pada pertengahan Maret 2018 lalu, Anies dan Pemprov DKI sudah menyidak 77 gedung tinggi terkait ketersediaan sumur resapan. Anies bahkan segera melakukan sidak fase dua di wilayah Jakarta Barat dan Timur.

Pemprov DKI diketahui memang tengah gencar mengincar gedung-gedung tak taat aturan dalam pengambilan air tanah. 

Baca: Puluhan Gedung di Jakarta tak Taat Aturan

Hasil sidak fase satu dinyatakan, dari 77 gedung sebanyak 37 gedung belum memiliki sumur resapan atau memiliki sumur resapan tapi tidak berfungsi.

Sementara 40 gedung dinyatakan telah melengkapi bangunnya dengan sumur resapan. Total luas sumur resapan yang tersebar di 143 titik hanya memiliki total volume 3.705 meter kubik.

"Meski memiliki sumur resapan, sebagian besar belum memenuhi kapasitas yang dipersyaratkan dalam Pergub Nomor 20 Tahun 2013 tentang sumur resapan," jelasnya.

Sedangkan 49 gedung telah melengkapi bangunannya dengan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Sementara 35 gedung lainnya telah berlangganan pada PD PAL.

"Dan 7 gedung masih menggunakan septic tank. Hari gini rasanya sudah olded sekali, tapi kenyataannya ya begitu," ungkapnya.

Baca: Anies Bentuk Tim Khusus Pengelolaan Air

Anies berencana bakal mengirim hasil pemeriksaan ini kepada seluruh gedung yang telah diperiksa. Mereka diberikan waktu satu bulan untuk memenuhi sumur resapan dan pengelolaan air limbah.

"Setelah itu, kita akan evaluasi dan hasil evaluasi akan diumumkan kepada publik. Diumumkan kepada publik itu detil, termasuk kalau di situ terjadi pengambilan air secara ilegal," terangnya.

Bila gedung tersebut masih membandel, Anies tak segan mencabut sertifikat layak fungsi dan mencabut izin gedung tersebut. Tidak hanya gedung milik swasta tapi juga pemerintahan.

"Justru kalau kita di pemerintahan harus kasih contoh," pungkas mantan Rektor Universitas Paramadina ini.


(DMR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AIR BERSIH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 18-07-2018