MRT Bertanggung Jawab Ubah Trotoar di Sekitar Stasiun

Intan fauzi - 12 Oktober 2017 15:05 wib
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim saat memaparkan proyek MRT. Foto: MTVN/Intan Fauzi
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim saat memaparkan proyek MRT. Foto: MTVN/Intan Fauzi

Metrotvnews.com, Jakarta: Kenyamanan trotoar menjadi pendukung utama supaya masyarakat mau menggunakan kereta mass rapid transit (MRT). Karena itu PT MRT Jakarta mendukung program Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi trotoar sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin.

"Kalau trotoar enggak mendukung, nanti mereka pilih naik Go-Jek atau naik mobil sendiri. Jadi kita bikin area Sudirman-Thamrin senyaman mungkin supaya mereka mau jalan, karena trotoarnya udah nyaman,” ujar Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim di Kantor MRT Jakarta, Gedung Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu 11 Oktober 2017.

PT MRT Jakarta siap membantu Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi trotoar. Silvia mengatakan, PT MRT Jakarta akan mengerjakan peremajaan trotoar di sekitar enam stasiun bawah tanah yang dapat diakses oleh pedestrian.

"Kita melakukan pengerjaan di titik-titik di sekitar stasiun. Kita sudah ngobrak-ngabrik sewajarnya kan dirapikan ke bentuk final. Setiap stasiun itu 200 meter, 200 di sisi kiri, 200 meter di sisi kanan," jelas Silvia.

Enam stasiun itu antara lain Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI. Total revitalisasi trotoar yang dikerjakan MRT sepanjang 1,4 kilometer dari total panjang trotoar 6,6 kilometer.

Silvia menjelaskan, untuk menarik penumpang, sisi kenyamanan dan keamanan trotoar menjadi prioritas utama. "Pertama sense of comfort, ada pohon rindang, di beberapa titik ada tempat duduk, pavement rapi supaya enak buat jalan, kalau malam ada penerangan, itu sense of security. Sekarang ada beberapa bagian jalan cukup gelap," terang Silvia.

Sementara untuk pengerjaan revitalisasi trotoar antarstasiun dikerjakan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta melalui PT Mitra Panca Persada dan PT Keppel Land. Silvia menuturkan, PT MRT Jakarta akan berkoordinasi dengan kedua perusahaan kontraktor itu supaya pejalan kaki tidak terganggu selama revitalisasi dilakukan.

"Jangan sampai ada pengurangan kapasitas jalan. Meski temporary tetapi tetap harus tersedia fasilitas untuk pejalan kaki, kan ironis. Jadi make sure koordinasi dengan kontraktor supaya fasilitas itu tetap tersedia," kata Silvia.


(MBM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MRT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 12-12-2017