3.900 Warga Jakarta Meninggal karena Kanker

M Sholahadhin Azhar - 13 Februari 2018 14:46 wib
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Medcom.id/Nur Azizah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Medcom.id/Nur Azizah

Jakarta: Penyakit kanker masih menjadi ancaman bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Setidaknya terdapat 3.900 orang yang meninggal pada 2017 karena kanker.
 
"Pada 2017 kanker sebagai penyebab kematian 3.900 jiwa," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat peringatan hari kanker sedunia di kawasan Kota Tua, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Februari 2018.
 
Menurut Anies, warga seharusnya melakukan deteksi kanker sejak dini. Sebab, banyak kasus membuktikan, penanganan kanker baru dilakukan pada stadium 4.
 
"Ini harus jadi peringatan kita semua yang merasa sehat. Jika tidak melakukan deteksi dini, akan muncul masalah saat nanti tidak bisa dilakukan intervensi," kata Anies.

Baca: Penderita Kanker Serviks di Jakarta Masih Tinggi
 
Anies mengatakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta sudah melakukan pelatihan deteksi kanker di tiap puskesmas kecamatan. Lebih spesifik lagi, Anies mengklaim ada pelayanan krioterapi guna deteksi dini kanker serviks di Puskesmas. Tujuannya untuk deteksi dini kanker leher rahim agar bisa ditindaklanjuti saat stadium awal.
 
"Kami juga melakukan vaksinasi HPV bagi anak SD. Kader perawatan untuk pasien kanker juga sudah dilakukan," kata Anies.
 
Terkait kanker serviks, ada peningkatan pemeriksaan leher rahim pada 2017. "Pada 2017 meningkat 114 ribu pemeriksaan dibandingkan 2016 yang hanya 48 ribu pemeriksaan," kata Anies.
 
Selain Anies, acara itu juga dihadiri Menteri Kesehatan Nila F Moeloek bersama Ketua PKK Indonesia Erni Guntarti Tjahjo Kumolo. Anies sempat mengunjungi mobil deteksi dini kanker yang dipamerkan di lokasi. Selain itu Gubernur juga meresmikan bus TransJakarta dengan stiker peringatan bahaya kanker.
 

(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KANKER
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-05-2018