Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Jakarta Selatan Paling Banyak Sedot Air Tanah

M Sholahadhin Azhar - 13 Maret 2018 19:09 wib
Warga mengambil air bersih dengan alat pompa air tradisional di Dukuh Pinggir, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: MI/Galih Pradipta.
Warga mengambil air bersih dengan alat pompa air tradisional di Dukuh Pinggir, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: MI/Galih Pradipta.

Jakarta: Amrta Institute menyebut pemakaian air tanah terbesar berada di Jakarta Selatan. Kondisi di sana berbeda jauh dengan kota administrasi lain di Ibu Kota.

"Data yang kami punya, pengambilan air tanah terbanyak di Jakarta Selatan," kata Peneliti Amrta Institute Nila Ardhianie kepada Medcom.id, Selasa, 13 Maret 2018. 

Menurut dia, pemakaian air tanah di Jakarta Selatan sebanyak 55,1 persen dari total kebutuhan 1.279.346.900 meter kubik di Jakarta. Pemakai air tanah terbanyak kedua adalah Jakarta Timur dengan volume 16 persen. Sementara itu, pengunaan air tanah di Jakarta Pusat 15,3 persen, Jakarta Barat 8,8 persen, dan Jakarta Utara 4,8 persen. 

Dia menyebut biasanya pelaku memiliki sumur dan menggunakan air tanpa surat izin pengambilan air tanah (SIPA). Mereka memanfaatkan air tanah tanpa izin dan tertutup.

Ada pula pelaku yang memiliki SIPA, tetapi mengeksploitasi air tanah. Artinya, pengambilan air tak sesuai atau melebihi batas yang diperbolehkan dalam SIPA. 

Modus lain, kata dia, seperti hotel Sari Pan Pacific yang izinnya sudah habis, tetapi tetap menyedot air tanah. Pencurian biasanya juga memanipulasi alat meter air tanah. 

Adapula pelaku yang mendirikan pipa di luar jangkauan alat ukur, atau memodifikasi meteran. Terakhir, kegiatan ilegal itu terjadi dengan sepengetahuan petugas.

Baca: Pemprov DKI Bakal Adakan Proyek SPAM

"Bekerja sama dengan petugas pencatat meter untuk merendahkan angka pemakaian," jelas Nila.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI kini menyoroti penggunaan air tanah di gedung-gedung di Jakarta Pusat. Nila mengapresiasi niat Gubernur Anies Baswedan. 

Menurut dia, hal ini merupakan langkah awal yang bagus dan kepedulian konkret pada kondisi lingkungan Ibu Kota. Namun, sidak juga harus diperluas ke depan.

"Artinya harus menyeluruh, sebaiknya setelah ini (Jakarta Pusat) ke wilayah lain juga," imbuh Nila.



(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AIR TANAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 25-06-2018