Cerita Hendra, Penjahit Langganan Seragam Gubernur DKI Sejak 1977

Lis Pratiwi - 13 Oktober 2017 14:14 wib
Pemilik Chiu Tailor, Thio Ahmad Hendra. Foto: MTVN/Nur Azizah.
Pemilik Chiu Tailor, Thio Ahmad Hendra. Foto: MTVN/Nur Azizah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Thio Ahmad Hendra, pemilik Chiu Tailor yang beralamat di Jalan Muara Karang Blok O VIII, Jakarta Utara dipercaya sebagai pembuat pakaian dinas upacara yang dikenakan gubernur DKI Jakarta. Terkini, seragam Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Rasyid Baswedan.
 
Hendra mengatakan, Anies bukanlah gubernur pertama yang memakai jasanya dalam membuat setelan jas untuk acara penting tersebut. Ia juga dipercaya menjahitkan seragam upacara untuk Tjokropronolo, Gubernur Jakarta yang memimpin pada 1977-1982.
 
"Dari tahun 1977, saya memang diminta untuk menjahit pakaian pejabat di Pemerintah Daerah DKI. Kali ini yang meminta saya biro KDH (Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri)," kata Hendra kepada Metrotvnews.com di kantornya di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat 13 Oktober 2017.

Baca: Anies Curhat Seragam Dinasnya Kelonggaran
 
Pakaian gubernur yang dijahit oleh Hendra kali ini berupa satu Pakaian Dinas Upacara (PDU) berupa setelan jas berwarna putih, dua stel Pakaian Dinas Harian (PDH) berwarna cokelat 2 stel, dan satu stel baju dinas putih.
 
Menurutnya, alasan biro KDH memilih dirinya karena berpengalaman dan langganan pegawai Pemda. Ia mengaku senang dipercaya kembali menjahit seragam Gubernur DKI. Pasalnya, dalam kepemimpinan gubernur sebelumnya menggunakan jasa penjahit lain.
 
"Kalau pejabat yang punya penjahit langganan sendiri, biasanya sama langganannya. Sekarang juga saya jahit untuk pak Anies," ujarnya.
 
Tak hanya gubernur, Hendra kerap diminta menjahitkan seragam para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kalangan Pemerintah DKI. Namun, tidak ada sistem kerja sama dalam hal ini. Ia hanya menjahit sesuai pesanan peorangan, tidak terikat perjanjian tertentu.
 
"Jahit pakaian PNS memang kerjaan sehari-hari. Karena pegawai Pemda kan bisa beli bahan sendiri dan pilih penjahit sendiri," katanya.

Baca: 45 Hari Pertama Kerja Anies Fokus Susun RAPBD DKI

Hingga kini, berbagai kalangan telah menjadi langgannya, termasuk menteri. Meski demikian, Hendra tidak pernah membedakan harga upah jahit antara pelanggan satu dengan yang lain.
 
Ia menjabarkan, harga upah jahit satu stel pakaian resmi berupa jas dan celana adalah Rp2,5 juta, kemeja Rp300 ribu, celana panjang Rp300 ribu, dan baju batik Rp500 ribu. Harga itu belum termasuk bahan
 
"Harganya sama semua dari menteri sampai pegawai. Bahkan untuk pegawai kami bisa kasih tempo pembayaran, jadi kalau mau dicicil juga boleh," katanya.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GUBERNUR DKI JAKARTA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017