Penyerang Kantor Kemendagri Terancam Lima Tahun Penjara

Deny Irwanto - 13 Oktober 2017 13:09 wib
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: MI/Ramdani
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya sudah menetapkan 11 orang tersangka perusak kantor Kementerian Dalam Negeri. Mereka sudah ditahan di Mapolda Metro Jaya dan terancam lima tahun penjara.
 
"Kita kenakan Pasal 170 tentang Pengeroyokan, kemudian Pasal 160 dan Pasal 406 tentang Pengerusakan. (Ancaman hukuman) 5 tahun ke atas," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat 13 Oktober 2017.

Baca: Kemendagri Laporkan Insiden Penyerangan dan Perusakan   

Argo menjelaskan, penangkapan dan penetapan tersangka 11 orang tersebut didasari bukti yang cukup. Di antaranya, pecahan pot, pecahan kaca, mobil yang dirusak, dan pegawai Kemendagri yang diduga menjadi korban penganiayaan saat kejadian.
 
"Setelah kita mengamankan? 15 orang, tadi malam kita lakukan pemeriksaan, kemudian kita lakukan gelar perkara dengan melihat alat bukti, barang bukti maupun saksi. Penyidik menjadikan mereka tersangka dan terhitung tanggal 12 Oktober kita lakukan penahanan untuk 20 hari ke depan," jelas Argo.
 
Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjelaskan, penyerangan Kantor Kemendagri dilakukan sekelompok orang dari Tolikara, Papua. Mereka sudah diterima Tjahjo dua kali di Kemendagri.

Baca: Penyerang Kemendagri Suruhan Kelompok yang Kalah di Pilkada 

"Kelompok mereka sudah dua kali saya terima. Pertama, saya terima di ruang kerja menteri dan semalam saya terima di depan Kantor Kemendagri," ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis, Rabu 11 Oktober 2017.
 
Mereka menyerang, kata Tjahjo, lantaran Mendagri menolak mengabulkan permintaan terkait hasil Pilkada yang sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Mereka suruhan calon peserta Pilkada yang kalah pilkada dan sudah ada Keputusan MK. Mereka minta saya membatalkan keputusan MK dan melantik calon yang kalah," kata politikus PDI Perjuangan itu.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENYERANGAN KANTOR KEMENDAGRI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017