Pemkot Bekasi Buka Mal Pelayanan Publik

Media Indonesia - 13 Februari 2018 07:49 wib
Sejumlah warga memanfaatkan fasilitas Mal Pelayanan Publik Kota Bekasi, di Bekasi Junction, Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/2) - ANT/Risky Andrianto.
Sejumlah warga memanfaatkan fasilitas Mal Pelayanan Publik Kota Bekasi, di Bekasi Junction, Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/2) - ANT/Risky Andrianto.

Bekasi: Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi resmi membuka mal pelayanan publik di Bekasi Junction, Jalan Ir Juanda, Bekasi Timur. Di tempat itu hampir semua perizinan dilayani. 

Semua dokumen kependudukan berupa KK, KTP elektronik, dan akta kelahiran bisa diurus di mal itu. Selain itu, bisa juga membayar pajak bumi dan bangunan (PBB), serta tagihan PDAM Tirta Patriot.

Adapun untuk layanan kepolisian melayani izin keramaian, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK)--sebelumnya dikenal sebagai surat keterangan kelakuan baik (SKKB)--, perpanjangan masa berlaku surat izin mengemudi (SIM), dan membayar pajak kendaraan bermotor (STNK).

"Mal pelayanan publik di Kota Bekasi merupakan yang pertama di Jawa Barat. Untuk nasional, Kota Bekasi merupakan yang kelima," ungkap Kepala DPMPTSP Kota Bekasi Amit Riyadi dilansir dari Media Indonesia, Selasa, 12 Februari 2018. 

Dari pengamatan di lokasi, Bekasi Junction yang biasanya sepi pengunjung di pagi hari terlihat ramai. Warga Kota Bekasi amat antusias mendatangi mal pelayanan yang terletak di lantai LG ini. 

(Baca juga: Mal Pelayanan Publik DKI Melayani 328 Perizinan)

Dengan semangat mereka bertanya-tanya kepada petugas yang berjaga, kemudian bergegas mencari stan pelayanan yang dikehendaki. Cukup membingungkan saat pertama kali datang ke lokasi sebab dalam mal ini pemerintah bekerja sama dengan sembilan instansi vertikal dan horizontal. 

Di sisi lain, informasi masih minim. Apalagi rencana ke depan seluruh kepengurusan administrasi bakal terpusat di dalam mal ini, termasuk pelayanan pembuatan paspor.

Antrean paling panjang terjadi di loket perpanjangan SIM dan pembayaran pajak kendaraan bermotor sebab di Polres Metro Bekasi sejak pagi warga yang akan mengurus SIM/STNK sudah diarahkan ke mal ini.

"Sejak pagi saya sudah ke polres, tapi diarahkan petugas ke mal ini. Sosialisasi kurang. Kalau tahu sejak awal kan saya langsung ke Bekasi Junction," ungkap Zubaidah, 35, warga Medan Satria, yang hendak memperpanjang masa berlaku SIM C.

Ia berharap dengan dibukanya mal pelayanan publik ini urusan dengan birokrasi menjadi lebih mudah. Pungutan liar atau pungli juga hilang sebab dalam satu tempat bisa melayani berbagai jenis pelayanan. 

(Baca juga: Mengintip Kemegahan Mal Pelayanan Publik DKI)

Warga juga diharapkan tak perlu lagi repot berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lain dan memakan waktu lama. Sebelumnya, mereka yang tak mau repot, mengurus lewat calo dan dikenai pungli. 

"Terkadang petugasnya sengaja bekerja lama padahal berkas sudah lengkap. Pas diberi uang tips (pungli), baru diselesaikan," tutur dia. 

Zubaidah hanya menyayangkan di hari pertama ini sistem antrean dengan pemanggilan warga kurang terintegerasi sehingga kerap membingungkan pemohon. 

"Semoga jangan hanya memindahkan tempat, Sistemnya juga harus bagus agar warga bisa semakin mudah mendapatkan pelayanan," harap dia. 

(Baca juga: Warga Keluhkan Lambannya Mal Pelayanan Publik Surabaya)


 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERIZINAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-05-2018