Warga Dilarang Menggunakan Lahan Park and Ride untuk Garasi

Nur Azizah - 14 September 2017 13:39 wib
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko. Foto: MTVN/Deny Irwanto
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko. Foto: MTVN/Deny Irwanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang warga memanfatkan lahan parkir park and ride sebagai untuk menyimpan kendaraan. Park and ride hanya untuk menampung kendaraan warga yang mau melanjutkan perjalanan dengan kendaraan umum.
 
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko, mengatakan, park and ride tidak boleh difungsikan sebagai garasi. Warga hanya boleh menitip kendaraan dalam batas waktu tertentu, misalnya pukul 06.00 hingga 21.00 WIB.

Baca: Dishub akan Survei Pemohon Surat Rekomendasi Kepemilikan Garasi

"Jadi warga tetap mutlak harus memiliki garasi. Karena park and ride bukan untuk tempat parkir, hanya tempat penitipan sementara," kata Sigit di Jakarta, Kamis 14 September 2017.
 
Sigit mengungkapkan, park and ride untuk merangsang warga agar mau beralih ke transportasi publik. Untuk itu, tarif park and ride relatif murah, Rp5 ribu - Rp10 ribu sekali masuk.
 
"Makanya kenapa banyak park and ride murah dan ada di pinggiran Jakarta. Agar mereka mau pindah ke public transport," pungkasnya.

Baca: Pemalsu Rekomendasi RT/RW Bisa Dipidana

Aturan kepemilikan garasi dibahas dalam Pasal 140 Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Dalam pasal itu disebutkan, pemilik kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi dan tidak boleh memarkir kendaraan di jalan.
 
Warga atau badan usaha yang akan membeli kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi yang dibuktikan dengan surat bukti kepemilikan garasi dari kelurahan setempat.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMILIK MOBIL WAJIB PUNYA GARASI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017