Pasangan Kekasih Korban Persekusi di Cikupa Trauma

Pahrul Roji - 15 November 2017 11:20 wib
Ilustrasi penganiayaan/MTVN
Ilustrasi penganiayaan/MTVN

Tangerang: Pasangan kekasih korban persekusi di Kecamatan Cikupa, Tangerang, Banten mengalami trauma berat. MA, 20 wanita terus menangis bahkan histeris saat dimintai keterangan di Polresta Tangerang.

Untuk memulihkan kondisi kejiwaan kedua korban, polisi mendatangkan tim psikiater. "Jadi secara psikologis pada saat pemeriksaan kita sempat terhenti, karena memang kondisi kejiwaan yang masih terganggu," kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Wiwin Setiawan, Rabu 15 November 2017.

Wiwin mengatakan, akan melakukan pemeriksaan terhadap korban secara perlahan. Pemeriksaan juga didampingi oleh Polisi wanita. "Dari pemeriksaan kemarin sama tadi malam itu sudah membaik pelaku tidak lagi teriak," terangnya.

Baca: Enam `Penghakim` Pasangan Diduga Mesum Jadi Tersangka

Polisi menetapkan enam tersangka dalam kasus main hakim sendiri terhadap pasangan kekasih yang dituduh berbuat mesum di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Para pelaku memiliki peran yang berbeda dalam melakukan aksinya.
 
Kapolres Kabupaten Tangerang, AKBP Sabilul Alif mengatakan, enam pelaku tersebut berinisial G, S, N, T, A, I.

Sabilul menjelaskan, para pelaku ditangkap satu hari setelah video main hakim sendiri terhadap pasangan kekasih menjadi viral di media sosial.
 
Baca: Hakimi Pasangan yang Diduga Mesum, Enam Orang Ditangkap

Tidak berhenti pada enam pelaku, menurut Sabilul, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku lainnya yang ikut melakukan main hakim sendiri. Selain itu, penyebar video juga diburu.
 
Sebelumnya dalam video berdurasi sekitar 53 detik, para pelaku diduga melakukan penganiayaan terhadap korban.
 
Aksi main hakim itu terjadi ketika sekelompok warga menggerebek kontrakan yang disewa MA di Kampung Kadu RT7, RW 3, Sukamulya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu 11 November 2017 sekitar puku 23.30 WIB.
 
Lantaran dituduh berbuat mesum, R dan MA dipaksa melepaskan pakaian dan diarak warga keluar kontrakan.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ASUSILA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017