130 Gubuk Liar di KBB Tanah Abang akan Ditertibkan Hari Ini

Yanurisa Ananta - 13 November 2017 07:09 wib
Warga beraktivitas di gubuk liar yang berdiri di jalur inspeksi Kanal Banjir Barat, Tanah Abang, Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala.
Warga beraktivitas di gubuk liar yang berdiri di jalur inspeksi Kanal Banjir Barat, Tanah Abang, Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala.

Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Pusat akan menertibkan 130 gubuk liar di sepanjang jalan inspeksi Kanal Banjir Barat (KBB), Senin 13 November 2017. Ratusan gubuk liar akan ditertibkan karena berdiri di atas akses fasilitas umum.

Kasatpol PP Jakarta Pusat, Rahmat Lubis mengatakan rencana penataan sesuai dengan hasil rapat Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede yang dilakukan pada Kamis 9 November 2017.

"Kurang lebih 130 gubuk yang berdiri di atas jalan inspeksi,” imbuh Rahmat, Senin 13 November 2017.

Ratusan petugas akan diterjunkan dalam penataan kawasan tersebut. Mulai dari unsur Satpol PP, TNI, Polri, dan UKPD.

Baca: Bedeng di Kanal Banjir Barat Dianggap Meresahkan

Rahmat melanjutkan, sebelumnya sudah pernah dilakukan penertiban di kawasan tersebut. Namun, gubuk liar tersebut kembali berdiri di Jalan Inspeksi KBB.

"Kalau di jalan itu banyak kendaraan yang lalu lalang pasti tidak ada gubuk. Ini arus lalu lintas yang dari Cideng menuju Tanah Abang tidak terlalu ramai makanya gubuk tersebut muncul kembali," tuturnya.

Kemungkinan setelah penertiban dilakukan, kawasan itu akan dijaga oleh petugas. Namun, Rahmat belum bisa memastikan berapa petugas dan sampai kapan penjagaan dilakukan.

Baca: Bangunan Liar di KBB Dieksekusi Pekan Depan

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede mengatakan, gubuk liar di bantaran KBB dianggap berpotensi menyebabkan berbagai masalah. Sejumlah bangunan semipermanen itu pun akan dibongkar pekan depan.

"Yang paling meresahkan, diskotek karena ada informasi ditemukan miras, dan prostitusi di situ," kata Mangara kepada Metrotvnews.com, Selasa 7 November 2017.

Menurut dia, kondisi ini mencemaskan warga. Terlebih lagi, bantaran KBB digunakan masyarakat sebagai jalur transportasi.

Mangara juga mempertanyakan sumber listrik yang digunakan warga di lokasi. Pasalnya, lokasi itu berdekatan Stasiun Tanah Abang dan PLN.

Permasalahan lain, kata Manggara, bangunan semipermanen itu menghambat normalisasi Kanal Banjir Barat. Truk proyek sulit lalu-lalang karena terhalang bangunan liar milik warga yang menjorok ke jalan.


(YDH)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017