Kali Pesanggrahan Mendangkal

Whisnu Mardiansyah - 14 November 2017 13:03 wib
Kali Pesanggrahan. Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah.
Kali Pesanggrahan. Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah.

Jakarta: Kali Pesanggrahan disebut mulai mendangkal. Alhasil, kali yang membentang dari wilayah Depok, Jawa Barat, hingga Jakarta Barat itu meluap setiap kali hujan deras turun. 

Metrotvnews.com menelusuri bantaran Kali Pesanggrahan di Kampung Baru, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Lebar sungai hanya sekitar 10 meter. 

Di sisi sebelah timur Kali Pesanggrahan, bangunan-bangunan semipermanen permukiman warga berdiri. Permukaan air dengan tanah di sisinya hampir sejajar. 

Sementara itu, di sisi sebelah barat, posisi tanah lebih tinggi. Pasalnya, ada tanah urukan dari pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) Jakarta-Serpong.

Kondisi ini membuat wilayah Kampung Baru selalu banjir setiap hujan deras dan air kiriman dari wilayah Bogor datang. Air yang meluap tumpah ke sisi timur dan masuk permukiman warga.


Permukiman warga berdiri di bantaran Kali Pesanggrahan. Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah.

Neni, 37, salah satu warga RT 14/RW 05, Kampung Baru, mengatakan banjir tidak saja terjadi saat hujan deras tiba. Bencana itu bisa datang kapan saja.

Saat hujan deras melanda Jakarta pada Minggu, 12 November 2017, Kampung Baru dilanda banjir setinggi satu setengah meter. Namun, tak berselang lama, banjir kembali surut.

"Di sini sering banjir tapi enggak lama surut lagi," kata Neni kepada Metrotvnews.com di Kampung Baru, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Selasa, 14 November 2017.

Banjir, kata Neni, selalu menghantui wilayahnya karena kondisi sungai yang semakin dangkal. Ia memperkirakan kedalaman Kali Pesanggrahan kini hanya berkisar satu meter saja.

Rohmah, 35, warga lainnya menyebut, tanah urukan Tol JORR kerap kali longsor. Tanah itu kemudian tertimbun di dasar Kali Pesanggrahan sehingga membuat sungai semakin dangkal.

"Sering longsor, sudah lama enggak dikeruk," kata Rohmah.

Menurut dia, terakhir Kali Pesanggrahan dikeruk di era Gubernur Joko Widodo. Usai pengerukan, wilayahnya lama tak dilanda banjir. 

Baca: Sandi Minta Gerak Cepat PPSU Hadapi Banjir Diapresiasi

Ia meminta Kali Pesanggrahan dikeruk kembali. "Dikeruk lagi kalau bisa, bukan justru digusur," keluh Rohmah.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bakal menertibkan bangunan yang menyebabkan banjir dan terbukti ilegal. Dia geram karena Jakarta kembali banjir.

"Kalau melanggar harus ditertibkan dong," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 13 November 2017.




(OGI)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-11-2017