Perda Pemanfaatan Ruang Bawah Tanah Dianggap Penting

Haifa Salsabila - 06 Desember 2017 13:56 wib
Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik/MI/Mohamad Irfan
Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik/MI/Mohamad Irfan

Jakarta: Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik menganggap peraturan pemanfaatan ruang bawah tanah di Ibu Kota perlu diatur. Peraturan diperlukan untuk memberi pemasukan bagi Pemda DKI.

"Kita rugi lho, sekarang basement gedung-gedung di Jakarta ada berapa lantai? Bisa tiga sampai empat, dan itu enggak diatur. Enggak ada pemasukan buat Pemda," ujar Taufik di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Desember 2017.

Ia mengatakan DPRD telah memasukkan ketentuan atau rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pemanfaatan ruang bawah tanah dalam program pembentukan perda (Propemperda) 2018.

"Kita minta segera pemda melengkapi naskah akademisnya ke kita di Badan Pembentukan Perda (Bapemperda)," tegas Taufik.

Ia menunturkan di beberapa kota di luar negeri, ruang bawah tanah sudah menjadi ruang interaksi masyarakat. Interaksi bakal menimbulkan berbagai kebutuhan.

"Sesuai dengan pernyataan Pak Wagub (Sandiaga Uno) bahwa pemberdayaan UMKM dapat dilaksanakan di ruang bawah tanah itu. Dan saya kira perlu ya," ujar politikus Geirndra itu.

Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD DKI berencana membahas 45 rancangan peraturan daerah (raperda) pada 2018. Sebanyak 33 raperda diusulkan eksekutif, termasuk Raperda Pemanfaatan Ruang Bawah Tanah. Sedangkan 12 raperda lainnya diusulkan DPRD DKI Jakarta.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMPROV DKI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017