Anies Diminta Objektif Menata Kawasan Tanah Abang

Intan Yunelia - 29 April 2018 15:12 wib
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) menjabat tangan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kedua kiri) di Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, Jalan Imam Bonjol, Jakarta. Foto: Galih Pradipta/Antara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) menjabat tangan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kedua kiri) di Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, Jalan Imam Bonjol, Jakarta. Foto: Galih Pradipta/Antara

Jakarta: Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan objektif dalam menata Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat ini, Anies dinilai mendapatkan informasi yang salah soal kawasan itu. 

“Nah permasalahannya ternyata dia (Anies Baswedan) tidak mengecek cuma denger 400 PKL dibilang itu tidak terakomodir, dikasihlah sekarang ini,” kata Prasetyo di Tambora, Jakarta Barat, Minggu, 29 April 2018.

Politikus PDI Perjuangan itu mengakui penataan kawasan Tanah Abang menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Ia meminta Pemprov DKI duduk bersama dengan DPRD membicarakan penataan ini. 

“Ayo kita duduk bareng, bagaimana Pak Jokowi pada saat itu mendorong PKL masuk ke dalam lagi. Kan eksekutif punya Kesbang, punya intel coba cek,” ucap dia.

Baca: Ombudsman Minta Kepastian Waktu Jalan Jatibaru Dibuka

Ia tak ingin Anies blunder dan dipidanakan karena menutup Jalan Jatibaru. Ia juga tak mau kebijakan ini dipaksakan untuk melunasi janji kampanyenya. Tanpa mempertimbangkan fakta yang ada. 

Sebagai anggota dewan di DKI, ia mengingatkan Anies dan wakilnya, Sandiaga Uno agar tidak salah dalam mengambil kebijakan.

"Bukan apa-apa, saya sedih kalau terjadi gubernur sampai masuk penjara. Saya harus menjaga di situ. Saya harus menjaga jangan sampai terperosok,” ujar Prasetyo.

Prasetyo mengajak Anies bekerja sama dalam menyelesaikan persoalan di Tanah Abang. Mulai dari PKL hingga kemacetan yang semakin melebar. 

“Kita cari solusinya yang terbaik, kenyataannya sampai saat ini tidak berubah sebetulnya, kemacetan di Petamburan sudah sampai ke Karet, Pejompongan sudah macet,” kata dia.



(AZF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMPROV DKI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-05-2018