Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.641.144.273 (17 JULI 2018)

Anies Bakal Umumkan Penunggak Pajak Mobil Mewah

Nur Azizah - 12 Januari 2018 11:23 wib
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan--Antara/Galih Pradipta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan--Antara/Galih Pradipta

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengumumkan nama-nama penunggak pajak mobil mewah. Anies meyakini jurus itu ampuh untuk mendorong wajib pajak taat membayar tunggakan.

Anies kini masih memikirkan formulasi yang pas. Dia menegaskan akan terus mengejar pajak demi pembangunan dan kemajuan di Ibu Kota.

"Kita akan umumkan langkah-langkah untuk para penunggak pajak agar segera melunasi," kata Anies di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat 12 Januari 2017.

Mantan Menteri Pendidikan RI ini menyampaikan, Pemprov sempat mendatangi sejumlah wajib pajak. Lalu, petugas Badan Pajak dan Retribusi Daerah menempelkan poster yang menyatakan mobil mewah itu belum bayar pajak. "Itu efektif sekali. Waktu itu kami lakukan sekitar November sampai Desember," ujar dia.

Baca: 4 Juta Pemilik Kendaraan di DKI Menunggak Pajak

Anies menuturkan, cara tersebut bisa menyadarkan masyarakat akan wajib pajak. Sementara ini, Anies masih berdiskusi dengan BPRD.

Pada 2018, target pajak paling tinggi adalah Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan Rp8,5 triliun. Disusul pajak Kendaraan Bermotor (PKB), sekitarnya Rp8 triliun.

"2017 target PKB sekitar Rp7,75 triliun, tapi realitasnya kami mencapai target. Kami dapat Rp8 triliun," kata Edi di kantor Badan Pajak dan Retribusi Daerah, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Januari 2018.

Sementara target pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sekitar Rp1,25 triliun. Pajak air tahan hanya sekitar Rp100 miliar dan Pajak Hotel sebesar Rp1,7 triliun.

Pajak untuk restoran kita targetkan Rp2,9 triliun. Lalu pajak hiburan Rp900 miliar. Untuk pajak hiburan naik Rp100 miliar dari tahun sebelumnya.

Adapun target pajak reklame sebesar Rp1,15 triliun, pajak parkir Rp685 miliar, dan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp5,5 triliun. Lalu target untuk pajak rokok sebesar Rp540 miliar, target Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor sekitar RP5,75 triliun.

"Pajak pendapatan kita menargetkan Rp1,15 triliun. Jadi total seluruh Ro38,125 triliun. Tapi kami optimis kami bisa melebihi target," pungkas Edi.



(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENERIMAAN PAJAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 18-07-2018