DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Anies Ogah Jelaskan Instruksi Penutupan Jatibaru

Nur Azizah - 14 Maret 2018 20:33 wib
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Medcom.id/Nur Azizah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Medcom.id/Nur Azizah

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bungkam saat diberondong pertanyaan ihwal Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penataan Tanah Abang. Ingub itu dikeluarkan Anies pada 6 Februari 2018.

Padahal, penutupan jalan sudah dilakukan sejak Desember 2018. Dalam ingub tersebut pun tak ada instruksi untuk menutup Jalan Jatibaru.

Seharusnya, penutupan Jalan Jatibaru harus memiliki dasar hukum. Sementara hingga saat ini belum ada pergub yang mengatur.

Saat dikonfirmasi, Anies hanya tersenyum. "Yuk saya mau nonton dulu," kata Anies sebelum bergegas meninggalkan Balai Kota untuk menonton pertandingan Persija vs Song Lam, Rabu, 14 Maret 2018.

Meski didesak awak media terkait penjelasan ingub, Anies tetap bungkam "Sudah-sudah aku mau nonton dulu. Aku jalan dulu dong," ujarnya lalu pergi.

(Baca juga: Biro Hukum DKI Akui Penutupan Jatibaru Hanya Berdasarkan Ingub)

Isi Ingub Penataan Tanah Abang meliputi: 
a.  Wali Kota Jakarta Pusat agar mengoordinasikan semua kegiatan  penataan Kawasan Tanah Abang yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah terkait.

b.  Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Provinsi DKI Jakarta agar bertanggung jawab melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap Pedagang Kaki  Lima (PKL) untuk melakukan usahanya dengan tertib di Kawasan Tanah Abang.

c.  Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta bertanggung jawab terhadap ketersediaan layanan shuttle bus, melaksanakan pengaturan ojek online dan ojek pangkalan sehingga tersentralisasi di tempat yang disediakan, melaksanakan pengawasan terhadap  angkutan umum agar berhenti di tempat yang disediakan,  menempatkan petugas pengaturan lalu lintas sehingga tercipta lalu  lintas yang lancar, melaksanakan penertiban terhadap parkir liar yang  mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta menyediakan rambu dan Marka sesuai kebutuhan.

d. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta agar bertanggung jawab terhadap kebersihan lokasi dan pemantauan kualitas udara di Kawasan Tanah Abang.

e.  Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta agar bertanggung  jawab terhadap prasarana jalan di Kawasan Tanah Abang.

(Baca juga: Anies Pertanyakan Urgensi Pembukaan Jalan Jatibaru)

f.  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta agar bertanggung jawab melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melakukan usahanya di sepanjang trotoar Kawasan Tanah Abang, dan

g.  Direktur Utama PT Transportasi Jakarta agar bertanggung jawab  terhadap ketersediaan layanan shuttle bus dan berkoordinasi dengan  
Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. 





(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TANAH ABANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018