Empat Pasangan Cagub NTT Tarik Nomor Urut

Antara - 13 Februari 2018 16:04 wib
 Sejumlah pasangan calon gubernur-wakil gubernur NTT berpose bersama usai mendapatkan nomor urut usai rapat pleno terbuka penarikan nomor urut yang digelar oleh KPU di Kupang,NTT (13/2).  Antara
Sejumlah pasangan calon gubernur-wakil gubernur NTT berpose bersama usai mendapatkan nomor urut usai rapat pleno terbuka penarikan nomor urut yang digelar oleh KPU di Kupang,NTT (13/2). Antara

Kupang: Empat pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2018-2023, di Kupang, Selasa 13 Februari 2018 melakukan penarikan nomor urut pasangan calon.

Penarikan nomor urut pasangan calon itu dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang dipimpin Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maryanti Luturmas Adoe.

Pada acara penarikan nomor urut, KPU memberikan kesempatan kepada pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT yang datang pertama ke tempat acara yakni pasangan Beny Harman-Benny Litelnoni.

Disusul pasangan Marianus Sae-Emiliana Nomleni, pasangan Esthon Foenay-Chris Rotok dan terakhir Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi.

Dalam penarikan nomor urut itu, pasangan Esthon L Foenay-Christian Rotok yang diusung Partai Gerindera dan Partai Amanat Nasional (PAN) mendapat nomor urut satu.

Pasangan calon Marianus Sae-Emilia Nomleni yang diusung PDI Perjuangan dan PKB mendapat nomor urut dua.

Pasangan calon Beny K Harman (BKH)-Benny Litelnoni yang diusung Demokrat, PKS dan PKPI mendapat nomor urut tiga.

Dan pasangan calon, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi yang diusung Partai Nasdem, Golkar dan Partai Hanura mendapat nomor urut empat.

Sesuai dengan jadwal pada 15 Februari 2018 akan dilanjutkan dengan pembukaan kampanye bagi empat pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maryanti Luturmas Adoe menegaskan, penarikan nomor urut pasangan calon tanpa dihadiri calon gubernur adalah sah.

"Kami sudah mendapat pemberitahuan tertulis dari partai pengusung bahwa calon Gubernur NTT atas nama Marianus Sae tidak bisa hadir dalam pleno penarikan nomor urut karena sedang menjalani proses hukum," kata Maryantu Adoe.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan ketidakhadiran salah satu dari empat pasangan calon dalam rapat pleno terbuka penarikan nomor urut pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT tahun 2018 di Kupang.

Dalam rapat pleno itu, calon Gubernur NTT Marianus Sae tidak hadir karena sedang menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPU).

Calon yang diusung PDI Perjuangan dan PKB itu terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK pada Minggu, (11/2) atau satu hari sebelum penetapan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-02-2018