Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

Gus Mus Nilai Kontroversi Puisinya Untungkan Ganjar-Yasin

Mustholih - 11 April 2018 15:46 wib
Ulama sekaligus budayawan KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. (ANT/ADITYA PRADANA PUTRA)
Ulama sekaligus budayawan KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. (ANT/ADITYA PRADANA PUTRA)

Semarang: Kiai Haji Musthofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus menilai kontroversi puisinya berjudul Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana, justru menguntungkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen. Pendapat itu diutarakan Gus Mus kepada Taj Yasin  sebelum bertolak ke Makkah untuk ibadah umrah.

"Kata Gus Mus 'wes jarke wae' (sudah biarkan saja). Toh mereka akan kena batunya sendiri. Itu kan malah menguntungkan njenengan sama mas Ganjar. Toh itu bukan njenengan yang ngarang," kata Taj Yasin mengutip pendapat Gus Mus di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 11 April 2018.

Baca: Ganjar Memaafkan Pemfitnah Dirinya

Gus Mus meminta, Ganjar-Yasin tidak menanggapi isu serangan penistaan agama di media sosial. Menurut Taj Yasin, sejak puisi Gus Mus itu dijadikan senjata menyerang Ganjar, banyak santri yang menghubungi Gus Mus. 

"Banyak sekali teman Banser dan Ansor yang ingin menangani siapa saja yang melaporkan dan menghina puisi tersebut. Karena Gus Mus mau umrah jadi belum bisa ketemu," ujar Yasin.

Namun, Gus Mus menyesalkan pemahaman keliru atas puisinya. Sebab, puisi itu dibuat untuk menggambarkan ketertindasan rakyat di bawah rezim orde baru.

Baca: Ganjar: Setop Saling Lapor Puisi Gus Mus

Puisi itu, sangat populer di kalangan mahasiswa dan aktivis sebelum era reformasi 1998 bergulir. "Konteksnya dulu itu masyarakat tertindas karena politik waktu itu. Jadi itu ungkapan dan puisi itu menjadi puisi wajib ketika masyarakat gerakan-gerakan LSM dan mahasiswa untuk demo," tegas Yasin.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB JATENG 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-07-2018