Petahana Kulon Progo tak akan Deklarasi Kemenangan

Ahmad Mustaqim - 17 Februari 2017 17:34 wib
Surat suara Pilkada Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)
Surat suara Pilkada Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Pasangan petahana calon bupati-wakil bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Hasto Wardoyo-Sutedjo hampir pasti bakal kembali memimpin. Pasangan tersebut unggul jauh di atas pesaingnya, Zuhadmono Azhari-Iriani Pramastuti. 

Berdasarkan hitungan form C1 oleh KPU, pasangan Hasto-Sutedjo mendulang 219.225 suara (85,62 persen), sedangkan pasangan Zuhadmono-Iriani hanya mendapat 36.809 suara (14,38 persen) dari 937 TPS. Bahkan, pasangan Hasto-Sutedjo unggul di seluruh 12 kecamatan dengan rata-rata persentase di atas 80 persen. 

Tim pemenangan pasangan Hasto-Sutedjo, Istono, mengatakan, hasil penghitungan yang ditampilkan di laman KPU memang hitungan riil. Namun, kata dia, proses rekapitulasi masih berlangsung sampai hari ini. 

"Walaupun hasilnya nanti kemungkinan besar begitu jauh dengan hasil hitung cepat yang kita lakukan," kata Istono melalui sambungan telepon pada Jumat, 17 Februari 2017. 

Istono menuturkan pihaknya tetap akan menunggu hitungan riil yang dilakukan KPU Kulon Progo. "Termasuk kalau nanti ada gugatan hasil penghitungan," kata dia. 

Terpisah, Hasto menyatakan tak akan menggelar deklarasi kemenangan meski sudah ada ketetapan KPU. Ia mengaku bersyukur dengan keunggulan jauh atas pasangan nomor urut satu. 

"Enggak perlu deklarasi, itu terlalu provokatif. Kepercayaan untuk memimpin itu kan amanah, tidak untuk euforia," ujar Hastono. 

Sementara itu, Zuhadmono mengakui sulitnya mengalahkan perolehan suara petahana. Bahkan ia tak menduga jauhnya selisih perolehan suara. 

Ia juga mengaku perlu ada evaluasi untuk mencari celah agar bisa mengejar suara. Di sisi lain, lanjutnya, petahana juga memiliki prestasi saat memimpin sebelumnya. "Untuk saat ini kami belum melihat adanya indikasi kecurangan," kata dia.


(SAN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-04-2017