Doa dan Terima Kasih, Ungkapan Tarik Simpati di Akhir Debat

Laela Badriyah, Amaluddin - 10 April 2018 23:49 wib
Dua pasangan calon gubernur-wakil gubernur Pilgub Jatim dalam debat publik I yang berlangsung di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa 10 April 2018, Ant - Zabur Karuru
Dua pasangan calon gubernur-wakil gubernur Pilgub Jatim dalam debat publik I yang berlangsung di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa 10 April 2018, Ant - Zabur Karuru

Surabaya: Dua calon gubernur menyampaikan ungkapan terakhir dalam Debat Publik I Pilgub Jawa Timur 2018. Masing-masing calon menarik simpati melalui ucapan permohonan doa dan terima kasih.

Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Soekarno menampilkan gagasan, visi, serta misi masing-masing dalam debat yang berlangsung di Dyandra Convention Hall Surabaya, Selasa malam, 10 April 2018. Begitu sesi debat usai, kedua pasang calon pun memasrahkan kemenangan di tangan pemilik suara.

"Kami (Khofifah-Emil) akan tetap berikhtiar dalam Pilgub Jatim. Kami memasrahkan kepada Allah. Semoga Allah meridakan kemenangan untuk kami memimpin Jatim. Kami mohon doanya dari warga Jatim. Kami siap mendedikasikan diri untuk warga Jatim," ucap Khofifah di akhir acara.

Baca: Khofifah: Kenapa di Desa Banyak Orang Miskin

Lain lagi dengan Gus Ipul. Ia berterima kasih pada banyak pihak yang mendukung, mulai dari warga hingga partai.

"Lantaran itu, kami (Gus Ipul-Puti) ingin menang dengan bermartabat. Kalaupun tak terpilih oleh rakyat, kami akan menghormati siapapun yang menang. Jatim besar. Tidak mungkin diurus sekelompok orang. Harus diurus bersama-sama. Untuk itulah saya dan Mbak Puti bersama-sama untuk Jatim," ungkap Gus Ipul.

Dalam debat yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut, masing-masing calon menyampaikan gagasan. Mulai dari soal kemiskinan, pendidikan, lapangan kerja, buruh migran, hingga perhatian kepada perempuan dan anak di provinsi tersebut. Penyampaian masing-masing calon sesuai dengan tema yang ditetapkan KPU sebagai panitia yaitu Kesejahteraan Masyarakat.

Baca: Emil Dardak tak Mau Generasi Milenial Bekerja 'Menenteng Map'

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Novri Susan menilai adu gagasan dan program berlangsung baik. Namun perbedaan muncul dari masing-masing calon.

Novri menilai Khofifah-Emil tampil lebih agresif. Sedangkan Gus Ipul-Puti lebih tenang dan santai.

Baca: Gus Ipul-Puti Janjikan Insentif untuk Ustaz

"Hal itu muncul di segmen debat cawagub," ujar Novri kepada Medcom.id, Selasa, 10 April 2018.

Di sesi itu, Puti bertanya soal stunting di Trenggalek. Yaitu kondisi anak yang tumbuh kembangnya tak sesuai dengan usianya akibat kekurangan gizi.

Puti menyebutkan batas toleransi Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka stunting yaitu 20 persen dari jumlah balita. Sedangkan di Trenggalek, angkanya mencapai 25 persen. Menurut Puti, lanjut Novri, angka itu di atas batas toleransi.

Baca: Gus Ipul-Puti Guntur Ingin jadikan Perempuan Jatim Mandiri

Emosi Emil muncul. Emil menilai Puti tak paham dengan masalah gizi dan kesehatan anak.

Menurut Novri, sikap Emil itu dapat membuat publik tak simpati. Sebab, publik di Jatim menginginkan pemimpin yang rendah hati dan kaya akan karya nyata.



(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB JATIM 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018