Panwaslu Pontianak Imbau Paslon tak Berpolitik Uang

Agung Widura - 14 Februari 2018 14:57 wib
Para Pasangan Calon Bersama Para Komisioner Panwaslu Kota Pontianak Saat Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisi Sara, Rabu 14 Februari 2018. (Medcom.id/Agung Widura)
Para Pasangan Calon Bersama Para Komisioner Panwaslu Kota Pontianak Saat Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisi Sara, Rabu 14 Februari 2018. (Medcom.id/Agung Widura)

Pontianak: Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pontianak mengimbau para pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Pontianak tidak melakukan politik uang dan politisasi SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) selama kampanye.

"Harapan kami pasangan calon yang berkompetisi dan masyarakat untuk menolak politik uang dan tidak ada lagi politisasi SARA demi terciptanya demokrasi yang baik selama Pilkada,” ujar Ketua Panwaslu  Kota Pontianak Budhari usai deklarasi politik uang dan politisasi SARA, di Hotel Star, Jalan Gajahmada, Pontianak, Kalbar, Rabu, 14 Februari 2017.

Lanjutnya, selain menolak politik uang dan politisasi SARA, Panwaslu juga mengingatkan ke para paslon agar tidak melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dalam berkampanye. Meskipun memiliki hubungan keluarga. 

“Panwaslu meminta ASN harus bersikap Netral. Contohnya salah satu pasangan calon istrinya yang ASN ikut pilkada. Istrinya tersebut boleh mendapingin suaminya, tapi harus memiliki izin dari atasan. Namun selama mendapingi suaminya itu, tidak boleh menggunakan atribut pilkada. Jika ditemukan kami akan tindak tegas,” tegasnya.

Pasangan Hary Daya dan Yandi satu di antara pasangan calon wali kota Pontianak mengungkapkan, dirinya menjamin tidak akan menggunakan politik uang dan poltisasi SARA selama kampanye. Karena politik uang dan politisasi SARA sangat merusak demokrasi di Indonesia.

“Kita meminta seluruh masyarakat Kota Pontianak baik dari tingkat RT, hingga RW untuk tidak menerima politik uang dan tidak memainkan isu SARA. Pilihlah pemimpin yang mengedepankan program pembangunan agar bisa menyejahterakan masyarakat Kota Pontianak,” ungkap Hary Daya.

Senada, calon wakil wali kota Pontianak Alpian Aminardi menuturkan poltik uang dan politisasi SARA sangat menggangu mental masyarakat dalam memilih pemimpin. “Mari kita sama-sama menjaga satu sama lainnya jangan sampai terjadi gesekan yang tidak kita inginkan di tengah masyarakat Kota Pontianak,” ujar dia.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 19-02-2018