Mekanisme Gugatan Sengketa Pilkada

Nur Azizah - 17 Februari 2017 14:11 wib
Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo
Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akan mengumumkan hasil rekapitulasi pemungutan suara Senin, 27 Februari mendatang. Jika ingin menggugat diberikan waktu tiga hari.

Bila tidak ada yang menggugat, KPU akan merilis hasil penghitungan suara pada Sabtu, 4 Maret 2017. "Lalu KPU DKI akan memutuskan apakah Pilkada DKI ini berlangsung satu, atau dua putaran," kata Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno Sumarno di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Februari 2017.

Baca: KPU Mengakui Banyak yang Coba Retas Server Situng

Bila salah satu paslon meraih suara 50%+1 dipastikan pilkada hanya satu putaran. Sebaliknya, bila tidak ada yang meraih suara 50%+1, maka KPU akan memutuskan pilkada berlangsung dua putaran.

Mekanisme Gugatan

Sumarno mengatakan, siapapun bisa melayangkan gugatan. Namun, harus sesuai dengan Undang-undang nomer 1 tahun 2015 tentang Pilkada.

Dalam UU Nomor 1 tahun 2015 butir ketiga dijelaskan, soal mekanisme gugatan. Provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 6 juta sampai 12 juta jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar 1% dari penetapan hasil penghitungan perolehan suara oleh KPU Provinsi.

Baca: Anies Kalah Tipis dari Ahok di Real Count KPU

KPU akan menyiapkan dokumen dari hasil rekapitulasi suara di tiap TPS. Untuk menghadapi gugatan. "Kalau gugatannya terkait daftar pemilih, nanti juga akan disiapkan data-data pemilih. Jadi tergantung gugatannya," terangnya.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB DKI 2017
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 30-05-2017