PPP Usulkan Pengurangan Jumlah DPT di TPS

Antara - 28 Agustus 2017 11:51 wib
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan PPP Achmad Baidowi--MI/ Susanto
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan PPP Achmad Baidowi--MI/ Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: PPP mengusulkan pengurangan jumlah Daftar Pemilih Tetap di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), dari 500 orang menjadi 300 orang per-TPS. Hal itu guna menghindari lamanya proses penghitungan suara dalam Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

"Kami mengusulkan idealnya jumlah maksimal DPT dalam setiap TPS sebanyak 300 orang," kata Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan PPP Achmad Baidowi di Jakarta, Senin 28 Agustus 2017.

Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang dilaksanakan serentak, kemungkinan memiliki konsekuensi teknis dalam pelaksanannya. Misalnya, akan ada lima kotak suara dalam setiap TPS.

Baca: Ini Tahapan Pilkada Serentak 2018

Apabila mengacu pada simulasi nasional KPU beberapa waktu lalu, dengan DPT 500 orang dalam satu TPS menyebabkan penghitungan selesai hingga pukul 04.00 WIB keesokan harinya. "Tentu saja ini tidak efektif karena para penyelenggara dan saksi jenuh dan lelah bekerja 21 jam," ujarnya.

Karena itu, dia menilai wacana pengurangan jumlah DPT dalam setiap TPS patut dipertimbangkan. Tentu konsekuensinya akan ada penambahan jumlah TPS.

Baca: Bawaslu Survei Indeks Kerawanan Pilkada 2018

Menurut anggota Komisi II DPR itu, pada Pilpres 2014 jumlah TPS sebanyak 546.278 sehingga ketika terjadi penambahan TPS, maka akan terjadi pemangkasan waktu yang signifikan.

"Namun, memang akan berkonsekuensi terhadap pembekakan anggaran. Hanya saja dengan pembekakan anggaran tersebut tetap lebih murah jika dibandingkan pelaksanaan pemilu sebelumnya," terangnya.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 22-09-2017