Pangdam IX/Udayana Petakan Kerawanan Jelang Pilkada

Antara - 13 April 2018 13:40 wib
Ilustrasi--medcom.id
Ilustrasi--medcom.id

Denpasar: Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, telah memetakan potensi kerawanan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Pemetaan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami Kodam IX/Udayana sudah memetakan situasi yang kemungkinan yang berkembang dan kita sudah membuat langkah antisipasinya," ujar Benny usai menggelar acara simakrama di Makodam IX/Udayana, Jumat, 13 April 2018.

Ia mengatakan anggota Kodam IX/Udayana juga sudah melakukan upaya pencegahan potensi kerawanan. Seperti melakukan kegiatan cipta kondisi dalam rangka memelihara kondisi keamanan, yang saat ini sudah berjalan kondusif.

Sampai kini, kata jenderal bintang dua ini, untuk tahapan proses Pilkada seluruh masyarakat sudah sangat bijak menyikapi hal ini. Menurutnya kondisi saat ini tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

"Kami berharap pelaksanaan Pilkada berjalan damai. Sehingga mendapat pemimpin daerah yang membawa masyarakat Bali lebih sejahtera," ujarnya.

Baca: Polri Sebut Ada Enam Potensi Kerawanan Pilkada
 
Benny menambahkan apabila situasi Pilkada 2018 nanti tidak kondusif, maka akan berimplikasinya terhadap hajatan besar Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (WB-IMF).

Rencananya pertemuan tersebut digelar pada Oktober 2018 di Bali. Namun, pertemuan akan dievaluasi kembali oleh tim panitia internasional, apakah bisa dilakukan di Pulau Dewata atau tidak. "Jadi situasi yang kondusif pasca-Pilkada sangat diperlukan untuk terlaksananya IMF-WB ini," ujarnya.



Ia mengharap peran media tetap bijak memberitakan hal yang berkaitan dengan masyarakat. Sehingga tak menimbulkan situasi tidak kondusif. 

"Masyarakat Bali begitu menyadari bahwa situasi keamanan yang kondusif sangat-sangat diperlukan di Pulau Dewata untuk menciptakan dunia bisnis pariwisata yang lancar nantinya," katanya.

Hal ini sangat terkait karena masyarakat Bali sangat bergantung kepada sektor pariwisata. Sehingga hal-hal yang mengganggu pariwisata dapat dicegah masyarakat itu sendiri.

"Saya berharap melalui media dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa menjelang IMF-WB, Pulau Bali akan dikunjungi 18.000 orang lebih delegasi dari berbagai negara," katanya.

Menurut dia, kedatangan para delegasi VVIP peserta IMF-WB ini menjadi promosi gratis untuk Bali yang nantinya disampaikan kepada mereka dari mulut ke mulut. 

"Dengan adanya IMF-WB ini, promosi pariwisata Bali dan Indonesia akan terangkat dengan adanya kegiatan internasional ini," ujarnya.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB BALI 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018