Penyebab Rendahnya Partisipasi Difabel di Pilkada Takalar

Andi Aan Pranata - 17 Februari 2017 15:25 wib
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Liliek Darmawan)
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Liliek Darmawan)

Metrotvnews.com, Makassar: Tingkat partisipasi pemilih dengan disabilitas atau difabel di Pilkada Takalar tercatat di bawah 50 persen. Dari 357 daftar pemilih tetap (difabel), hanya 176 yang menggunakan haknya.

Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (Perdik) Sulawesi Selatan, Abdul Rahmat, mengungkapkan, rendahnya tingkat partisipasi tersebut disebabkan sejumlah faktor. Yang utama adalah kurangnya pendidikan politik bagi kaum difabel.

"Karena cenderung tidak ada visi, misi, dan program kandidat yang berpihak kepada difabel," kata Rahman, di Makassar, Jumat, 17 Februari.

Menurut Rahman, sejauh ini belum ada gerakan, baik dari partai politik maupun LSM yang berfokus pada pendidikan bagi penyandang disabilitas. Begitu juga para pasangan calon bupati Takalar, yang dianggap kurang paham soal isu disabilitas. Karenanya, pemilih difabel kurang tertarik menyalurkan hak suaranya.

"Ketidakpedulian sudah terlihat sejak kampanye dan debat kandidat," ujar Rahman. "Kenapa kami harus pilih kalau kami juga tidak dipedulikan," dia melanjutkan.

Jumlah pemilih difabel di Takalar pada Pilkada 2017 meningkat dua kali lipat dibandingkan Pemilu 2014. Saat itu jumlah pemilih di DPT tercatat sebanyak 294. Rahman mengatakan kondisi itu terjadi setelah pihaknya mendesak KPU untuk mendata ulang pemilih berdasarkan kategori difabel.

Hitung Form C1, Petahana Bupati Takalar Kalah Tipis


Peremajaan data dan kategorisasi difabel berdasarkan Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2015 seputar Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. "Seperti difabel daksa, netra, rungu, grahita, dan lainnya, yang sebelumnya tidak dimasukkan," katanya.

Kabupaten Takalar jadi tempat satu-satunya gelaran pilkada serentak di Sulsel pada tahun 2017. Pasangan calon nomor urut 1 Burhanuddin-Natsir diusung sembilan partai politik, yakni Golkar, Demokrat, Hanura, PAN, PPP, PDI-P, PBB, Gerindra, dan PKPI.

Pasangan nomor urut 2 Syamsari-Ahmad diusung NasDem dan PKS.


(SAN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-09-2017