DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pengamat Sebut Pilkada Padang Bakal Panas

Antara - 13 Februari 2018 16:11 wib
Ilustrasi--Medcom.id
Ilustrasi--Medcom.id

Padang: Pelaksanaan Pilkada Padang 2018 diprediksi akan berlangsung seru dan panas. Sebab, akan bertarung dua petahana, yakni Wali Kota Padang Mahyeldi Ansarullah dan wakilnya Emzalmi. 

"Pilkada Padang kali ini lebih seru dan berpotensi panas. Namun, kuncinya ada pada kandidat dan partai pengusung yang harus mampu menggerakkan partisipasi pemilih," kata pengamat politik Universitas Andalas Padang Edi Indrizal di Padang, Selasa, 13 Februari 2018.

Menurutnya, Pilkada 2014 perlu menjadi pelajaran bagi kandidat karena tingkat partisipasi pemilih hanya 57 persen. Sebanyak 43 persen pemilih tak menggunakan hak pilihnya.

Ia melihat komposisi calon yang berlaga pada Pilkada Padang cukup menarik karena semuanya adalah tokoh yang memiliki basis massa.

Baca: Suami-Istri tak Lolos Pilkada Padang
 
Ia menilai, untuk Mahyeldi selaku wali kota petahana yang berpasangan dengan Hendri Septa, memiliki persepsi baik di kalangan masyarakat.

"Sulit dimungkiri, dalam empat tahun terakhir, terjadi sejumlah perubahan wajah kota ke arah yang lebih baik. Dan Mahyeldi mendapatkan limpahan persepsi positif lebih banyak ketimbang Emzalmi yang menjadi wakilnya," ucap dia.

Hal ini wajar, lanjutnya, karena di mana-mana wali kota lebih mendapatkan tempat ketimbang wakil. Kemudian Hendri Septa yang menjadi calon wakil wali kota mendampingi Mahyeldi merupakan ketua PAN Padang yang merupakan salah satu partai besar di daerah itu.

Baca: Suami Istri Mendaftar di Pilkada Padang
 
Pasangan Emzalmi-Desri Ayunda disebut memiliki basis massa di sejumlah kecamatan. "Emzalmi identik dengan Kecamatan Kuranji dan Pauh, sedangkan Desri punya basis di Kecamatan Koto Tangah," ujarnya.

Tidak hanya itu, Emzalmi sukses memenangi pilkada bersama Mahyeldi pada 2014 dan Desri nyaris memenangi pilkada pada 2014. 

"Akan tetapi, ia mewanti-wanti kedua pasang calon beserta partai pengusung agar lebih memaksimalkan kinerja mesin politik jika ingin menang karena masih ada waktu lima bulan ke depan menjelang pemilihan pada 27 Juni 2018," terangnya.

Pasangan Emzalmi-Desri Ayunda diminta waspada. Pasangan ini memang diusung tujuh partai. Namun, berdasarkan pengalaman, usungan banyak partai justru membuat mesin kampanye sulit berkoordinasi dan bergerak.

Sebaliknya, kepada partai pengusung Mahyeldi-Hendri Septa, ia  mengingatkan bahwa ada wakil wali kota yang berhasil mengalahkan wali kota.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang menetapkan dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang berhak mengikuti Pemilihan Kepala Daerah 2018.

"Dua pasang calon itu yakni Mahyeldi-Hendri Septa dan Emzalmi-Desri Ayunda," kata Ketua KPU Padang Muhammad Sawat Pasangan Mahyeldi-Hendri

Septa diusung dua partai politik yakni PKS dan PAN, sedangkan Emzalmi-Desri Ayunda diusung tujuh partai, yakni Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, PPP, PKB, Demokrat, dan NasDem.



(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 19-10-2018