DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.121.521.604 (20 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Wali Kota Makassar Diperiksa Bawaslu

Lina Herlina - 10 Juli 2018 12:15 wib
Calon wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Mohammad Ramdhan Pomanto
Calon wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Mohammad Ramdhan Pomanto

Makassar: Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto memenuhi panggilan Bawaslu, Senin 9 Juli 2018 malam. Ia menghadiri panggilan klarifikasi yang dilayangkan Bawaslu Sulsel berdasarkan permintaan Bawaslu RI.

Danny hadir mengklarifikasi dua laporan yang menyatakan dirinya adalah aktor dibalik kemenangan kotak kosong dalam pemilihan wali kota Makassar. Rabu, 27 Juni 2018 hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukkan kotak kosong unggul, mengalahkan pasangan calon tunggal Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi Cicu).

Saat itu Danny dan pendukungnya berkumpul di rumah pribadinya di Jalan Amirullah Makassar. Danny beserta keluarganya, juga pendukungnya, melakukan sujud syukur bersama. Sujud syukur itu dilakukan secara terbuka, diliput wartawan sehingga foto-fotonya sedang bersujud tersebar luas.

Dalam pemilihan wali kota Makassar 2018, Moh Ramdhan Pomanto bersama Indira Mulyasari Paramastuti (Diami) sedianya sebagai kontestan, rival Appi-Cicu. Namun karena adanya putusan peradilan, sehingga pencalonannya dibatalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

Usai diperiksa Bawaslu hingga tengah malam, Danny menjelaskan perihal tuduhan terhadap dirinya atas laporan yang menyatakan ia mendukung kotak kosong.

"Yang disampaikan bahwa ada pergerakan dukungan terhadap Koko dari saya. Sebenarnya itu foto-foto pada saat setelah quick count. Sesaat setelah selesai penghitungan suara. Bagaimana bisa saya sujud syukur setelah quick

count, terus jumlah suara berubah, nggak mungkin lah, kira-kira seperti itu," kata Danny.

Ia mengatakan, ada beberapa pertanyaan terhadap dirinya terkait dua laporan. "Dari laporannya, termasuk saya memenuhi satu undangan komunitas yang kemudian memang mengatasnamakan kolom kosong. Saya mengatakan ketika saya diundang, saya masih menjabat sebagai wali kota," ujar Danny.

Laporan kedua terkait sujud syukur. Danny membantah tuduhan bahwa dirinya aktor di balik kemenangan kotak kosong. Menurutnya itu merupakan tuduhan yang lucu.

"Justru saya kira terbalik. Kenyataan di lapangan, kami tidak punya saksi sejak Diami tidak jadi paslon. Tidak pernah ada saya keluarkan uang satu sen pun. Waktu Diami luar biasa pembiayaan karena pemilihan langsung. Kalau kotak kosong, tidak ada sama sekali. Saya tidak pernah turun. Saya sudah komitmen bahwa saya menjaga Pilkada damai," kata Danny. 



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018