Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

Cagub Sulsel Dibekali Ilmu Agar tak Dibui

Andi Aan Pranata - 17 April 2018 14:39 wib
Empat pasang kandidat di Pilgub Sulsel 2018. Foto: Medcom.id/ANDI AAN PRANATA
Empat pasang kandidat di Pilgub Sulsel 2018. Foto: Medcom.id/ANDI AAN PRANATA

Makassar: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pembekalan antikorupsi bagi calon kepala daerah se-Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa, 17 April 2018. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif hadir untuk berbicara seputar pencegahan korupsi sekaligus menyaksikan deklarasi Pilkada damai oleh para kandidat.

Sebanyak 22 pasang kandidat kepala daerah di Sulsel hadir pada kegiatan ini. Termasuk empat pasang kandidat di Pemilihan Gubernur yakni, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar; Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo; Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman; dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar.

Laode mengungkapkan, pembekalan di tengah tahapan Pilkada menjadi penting. Ini bentuk pencegahan KPK agar kasus korupsi bisa ditekan.

KPK berharap kandidat kepala daerah sejak awal paham terhadap visi antikorupsi, sehingga tidak mudah menyalahgunakan wewenangnya jika kelak terpilih.

"Kami berharap agar Pilkada kali ini bisa melahirkan pemimpin yang jauh berintegritas dan berkualitas dibandingkan sebelumnya," kata Laode pada pembekalan antikorupsi di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Laode lalu menyinggung jejak kasus korupsi yang ditangani KPK. Pada kurun tahun 2004-2018, terdapat 103 kasus yang melibatkan kepala daerah. Komisi antirasywah menyeret 18 gubernur dan 75 bupati/wali kota.

(Baca: 18 Gubernur dan 75 Bupati/Wali Kota Terjerat Korupsi)

Laode berharap pembekalan bisa memotivasi calon kepala daerah agar menjauhi praktik korupsi yang bisa membuat mereka dibui.

"Dulu di zaman kemerdekaan banyak yang pernah dipenjara kemudian menjadi pejabat negara. Tapi kalau sekarang banyak yang jadi pejabat negara dan berakhir di penjara," ujarnya.

Masyarakat, menurut Laode, bisa mendeteksi calon kepala daerah mana yang berpotensi korupsi. Itu bisa dinilai saat mereka bersosialisasi saat kampanye. Misalnya dengan memberikan uang, sembako, dan sejenisnya sebagai imbalan agar dipilih.

Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, menyebut empat kandidat di Pilgub sebagai putra terbaik daerah. Dia meminta para kontestan agar bermain secara sehat sehingga Pilkada yang damai dan berintegritas bisa terwujud.

"Mari kita siap menang dan kalah. Tidak usah diragukan netralitas saya sebagai gubernur, karena setiap pagi saya sudah ingatkan jajaran dengan salam birokrasi netral," kata Sumarsono.
 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-07-2018